Beranda

Detail

Banyak TKW di Hongkong Dipecat Majikannya, Ternyata Ini Penyebabnya

Beberapa wilayah di China kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19 dan salah satunya adalah Hongkong. Tentu saja hal ini tak cuma berdampak terhadap penduduk setempat tetapi juga bagi Warga Negara Asing (WNA) tidak terkecuali Indonesia.

Ada banyak Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang dipecat secara sepihak oleh majikannya dan penyebabnya karena Covid-19. Hal ini terungkap dalam diskusi yang digelar secara virtual oleh KJRI Hongkong. Adalah Mudrikah, salah satu TKW yang bekerja di kawasan Tseung Kwan O menceritakan kisah temannya yang mendapatkan perlakuan tersebut.

Awalnya, temannya tersebut mengalami gejala yang mengarah pada Covid-19 dan dia pun meminta izin kepada majikannya untuk libur. Akan tetapi sang majikan tidak memberi izin sehingga temannya harus tetap bekerja dengan kondisinya yang masih sakit. Melihat dirinya saat itu tidak kunjung sembuh, dia kemudian melakukan tes Covid-19.

“Setelah dilakukan tes Covid-19 baru bisa dipastikan ternyata memang benar dia itu positif Covid-19,” ungkap Mudrikah. Alih-alih difasilitasi isolasi dan perawatan oleh sang majikan, teman Mudrikah malah justru dipecat. Merasa kebingungan, teman Mudrikah melaporkan hal itu kepada agen penyalur yang memberangkatkan dirinya ke sana. Tapi bukannya dibela, agen itu malah lebih memihak kepada sang majikan.

Terbukti bukan hanya teman dari Mudrikah saja yang mengalami hal tersebut, banyak juga TKW lainnya yang mengalami perlakuan serupa. Mudrikah berharap nasib TKW yang dipecat secara sepihak harus ditindaklanjuti sehingga mereka bisa kembali bekerja di tempat lain.

Bukan hanya itu, Mudrikah juga berharap agen dan majikan yang sudah menyalahi aturan ditindak tegak atau dijatuhi sanksi. Konsul Protokol dan Konsuler KJRI Hongkong, Wendi Budi Raharjo menuturkan TKW yang dipecat secara sepihak bisa melaporkan majikannya ke instansi setempat. “Ikuti proses prosedurnya jika ingin didampingi KJRI silahkan nanti bisa minta ke KJRI,” tutur Wendi.

Sementara untuk agen yang membela majikan, Wendi memastikan KJRI akan memberikan teguran dan sanksi. Seperti diketahui, di Hongkong sedang kerepotan mengatasi gelombang ke-5 ini. Sejak awal Februari hingga kini telah dilaporkan lebih dari satu juga orang terinfeksi.

Hongkong kini sudah mencatat total 8.000 kematian dan tempat-tempat kamar mayat telah terisi penuh serta dokumen kematian yang lama diterbitkan juga membuat proses pemakaman semakin lama. Mengingat kasus Covid-19 yang memang semakin meningkat di China, Wendi menyarankan agar para TKW yang mengalami gejala seperti flu untuk segera melakukan tes Covid-19.

Artikel Terkait

FS NEWS 32
FS NEWS 55
FS NEWS 217

Berita Lainnya

Belanja Yukk

ok2

Hubungi untuk Dukungan, Curhat, dan Konsultasi PMI!

×

Vitamin Penumbuh Rambut

799nt free

isi : 60 pcs

ket : vitamin / suplemen untuk penumbuh kuku & rambut  ( menutrisikan juga)

Khusus Taiwan & Gratis Ongkir