Beranda

Detail

Menaker Taiwan: Masuknya Pekerja Migran Gelombang Kedua Diundur atau Tidak, Semua Tergantung Hal Berikut

Mulai tanggal 11 November 2021 lalu CECC sudah mulai membuka kembali masuknya pekerja migran ke Taiwan. Indonesia ditetapkan sebagai negara pertama pengirim pekerja migran, yang kemudian disusul dari Thailand.

Masuknya pekerja migran tersebut akan dilakukan secara bertahap, untuk gelombang pertama dibuka selama satu bulan yaitu antara tanggal 11 November hingga 14 Desember.
Sedangkan untuk gelombang kedua, rencananya akan dimulai tanggal 15 Februari atau setelah Hari Raya Imlek.

Akan tetapi, akhir-akhir ini Taiwan dihadapkan dengan meningkatnya situasi epidemi lokal yang serius, ditambah lagi adanya klaster kelompok di asrama pekerja migran.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Tenaga Kerja Taiwan Xu Ming-chun dalam wawancaranya kemarin (26/1) mengatakan, terkait apakah masuknya pekerja migran gelombang kedua akan tetap dibuka sesuai rencana, yakni setelah Hari Raya Imlek, semua tergantung pada situasi epidemi.

Dilansir Yahoo News (26/1) Xu Mingchun mengatakan, hal tersebut yang akan memberikan keputusan adalah CECC, dan tentu saja akan memprioritaskan keselamatan masyarakat di Taiwan.

Menaker juga mengatakan, selama beberapa hari ini merupakan periode kritis, pihaknya perlu mengamati apakah tindakan dan langkah-langkah pencegahan yang relevan bisa berhasil.

Jadi, semua tergantung situasi setelah Hari Raya Imlek, apabila situasinya bisa stabil maka masuknya pekerja migran akan dibuka sesuai rencana semula. Akan tetapi, keselamatan warga Taiwan tetap menjadi prioritas utama.

Xu Ming-chun menambahkan, diperkirakan kemenaker akan memberikan laporan kepada CECC setelah Hari Raya Imlek, dan CECC lah yang akan memberikan penilaian serta keputusan.

Sebagaimana diketahui, CECC telah membuka kembali masuknya pekerja migran untuk gelombang pertama tanggal 11 November hingga 14 Desember.

Dikarenakan Taiwan akan memasuki Hari Raya Imlek, maka mulai tanggal 15 Desember hingga 14 Februari masuknya pekerja migran dihentikan. Hal itu dilakukan karena pada saat menjelang Imlek warga Taiwan banyak yang mudik, sehingga tempat karantina untuk sementara digunakan bagi mereka yang mudik.

Selain itu, untuk menghindari menyebarnya Virus Covid-19, pekerja migran baik itu sebelum terbang maupun setelah masuk Taiwan mereka harus melakukan test PCR.

Dan pada gelombang pertama lalu, setibanya di Taiwan mereka harus menjalani karantina selama 14 hari dan 7 hari karantina mandiri di Pusat Karantina terpadu.

Artikel Terkait

FS NEWS 32
FS NEWS 55
FS NEWS 217

Berita Lainnya

Belanja Yukk

ok2

Hubungi untuk Dukungan, Curhat, dan Konsultasi PMI!

×

Vitamin Penumbuh Rambut

799nt free

isi : 60 pcs

ket : vitamin / suplemen untuk penumbuh kuku & rambut  ( menutrisikan juga)

Khusus Taiwan & Gratis Ongkir