Breaking NewsPMI lainnya

WNI Asal Sulsel Terbebas dari Ancaman Hukuman Mati di Sarawak, Malaysia

Seorang WNI atas nama Ical Samerin, asal Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang sempat terancam hukuman mati atas tuduhan membunuh seorang sesama WNI di Sarawak, Malaysia akhirnya berhasil terbebas dari hukuman gantung sampai mati.

Ical Samerin berhasil mendapat putusan bebas dari segala tuduhan di Mahkamah Rayuan Miri, Sarawak setelah mendapat bantuan dan pendampingan hukum dari KJRI Kuching.

KJRI Kuching bahkan telah membantu proses pemulangan Ical Samerin ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan pada 8 September 2021.

Melalui laman sosialnya, KJRI Kuching menyebutkan, laki-laki berusia 36 tahun itu sebelumnya ditangkap pihak polisi kota Miri, Sarawak pada tanggal 2 Mei 2017 dengan tuduhan telah membunuh seorang sesama WNI, yang diakui sebagai istrinya.

Pada tanggal 20 Mei 2020 dilaksanakan persidangan kepada yang bersangkutan di Mahkamah Tinggi Miri. Keputusan Mahkamah Tinggi Miri menyatakan, Ical Samerin bersalah dan menjatuhkan hukuman digantung sampai mati.

KJRI Kuching melalui pengacaranya kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Rayuan Miri atas putusan Mahkamah Tinggi tersebut.

Pada tanggal 23 Agustus 2021 dilaksanakan persidangan banding di Mahkamah Rayuan Miri, Sarawak. Pada persidangan ini KJRI memberikan bantuan dan pendampingan hukum melalui pengacara yang ditunjuk oleh KJRI Kuching.

Dengan dukungan dan upaya pembelaan yang dilakukan Pengacara KJRI Kuching tersebut, Hakim Mahkamah Rayuan memutuskan bahwa Ical Samerin tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuduhan.

Selanjutnya, pada tanggal 27 Agustus 2021, Ical diserahkan ke Depo Immigresen Bekenu, Sarawak untuk di deportasi ke Indonesia.

Pada hari Selasa tanggal 7 September 2021, setelah menjalani test Covid di Depo tahanan Bekenu dengan hasil negatif, pihak imigresen Bekenu mengantar Ical ke KJRI Kuching untuk pengurusan dokumen perjalanannya.

Ketika berada di KJRI Kuching, Konjen RI Kuching memfasilitasi Ical untuk berkomunikasi dengan keluarganya di tempat asalnya Kabupaten Bantaeng, Sulsel. Komunikasi melalui telepon dan video call tersebut membuat terharu mereka karena selama 4 tahun dalam penjara yang bersangkutan tidak pernah berkomunikasi langsung dengan keluarganya.

Pada hari Rabu tanggal 8 September 2021, Ical dipulangkan ke Indonesia melalui PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar dan sesampainya di PLBN Entikong, Konjen RI Kuching menyerahkan Ical kepada Satgas Pemulangan WNI/PMI. Selanjutnya, Ical akan menjalani proses pencegahan Covid 19 sebelum dipulangkan ke daerah asalnya. (rozi_EM)



Related Articles