Breaking NewsPMI Malaysia

Warga Malaysia dan Seorang Wanita Indonesia Dihadapkan ke Pengadilan Atas Tuduhan Kasus Berikut

Seorang mantan pegawai pemerintah Malaysia dengan status kontrak dan seorang wanita Indonesia dihadapkan ke pengadilan di Malaysia pada hari Senin (20/9), dengan tuduhan menyelundupkan tujuh migran asal Indonesia di sebuah tempat tinggal pegawai negeri sipil di Putrajaya pada Juni lalu.

Namun, dua terdakwa, yaitu warga Malaysia bernama Jafperi Noor (54) dan seorang wanita warga Indonesia bernama Rohani (49), mengaku tidak bersalah setelah dakwaan dibacakan kepada mereka di hadapan Hakim Rozina Ayob.

Menurut dakwaan hakim, kedua terdakwa diduga memiliki niat yang sama untuk menyelundupkan migran yang terdiri dari enam pria dan seorang wanita, semuanya warga negara Indonesia berusia antara 24 dan 51 tahun.

Pelanggaran tersebut diduga dilakukan di kediaman seorang pegawai negeri sipil di Jalan Kasturi P17 Polres 17, Putrajaya pada pukul 22.15 pada tanggal 22 Juni 2021.

Selanjutnya, tuntutan diajukan sesuai dengan Pasal 26A Undang-Undang Anti Perdagangan Orang dan Anti Penyelundupan Migran 2007 yang dapat dihukum dengan tindakan yang sama dan dibaca bersama-sama dengan Pasal 34 Kanun Keseksaan (KUHP).

Hukuman untuk perbuatan tersebut, yaitu hukuman penjara maksimum 15 tahun dan juga dapat dihukum dengan denda atau keduanya apabila terbukti bersalah.

Sebelumnya, Wakil Jaksa Penuntut Umum dari Departemen Imigrasi Malaysia, Nor ‘Amalina Ismail tidak menawarkan jaminan kepada kedua terdakwa karena pelanggaran tersebut tidak dapat ditebus.

Namun, pengacara Farhan Maarof, yang mewakili Jafperi, meminta pengadilan untuk memberikan jaminan dengan alasan bahwa kliennya telah bekerja sama dengan baik selama penyelidikan.

“Terdakwa, yang kini menjadi pengusaha toko kelontong di Kelantan, adalah ayah dari empat anak berusia 19 hingga 29 tahun dan tidak pernah mengganggu saksi,” kata pengacara Jafperi, sebagaimana dilansir media lokal Malaysia, Kosmo, Senin (20/9).

Sementara itu, kuasa hukum K.Vijeyni yang mewakili Rohani tidak mengajukan jaminan.
Setelah mendengar permohonan kedua belah pihak, Hakim Rozina tidak mengeluarkan perintah jaminan sampai pengacara mengajukan permohonan tertulis mengenai jaminan. (rozi_EM)



Related Articles