Breaking News

Tim Gabungan Imigrasi, Kepolisian dan Faisal Soh Datangi Stasiun KA Hsinchu Lakukan Propaganda Pencegahan Epidemi Covid-19

Menanggapi pemanasan epidemi domestik di Taiwan, menurut laporan yang dikeluarkan oleh CECC, sudah ada orang yang terinfeksi Covid-19 di Hsinchu.

Guna mengantisipasi pencegahan penyebaran covid-19 yang disebabkan oleh pekerja migran legal maupun ilegal hilang atau warga asing yang overstay di Taiwan yang pernah keluar masuk Distrik Wanhua atau daerah sekitarnya.

Kemarin (20/5/2021), gabungan satuan Tugas Khusus Departemen Imigrasi, dengan kepolisian Bagian Urusan Luar Negeri Kota Hsinchu dan aktifis PMI Faisal Soh ke Stasiun Kereta Api, toko makanan asing, apotek, dan lokasi konstruksi untuk mempromosikan atau menyebarkan Informasi terkait pencegahan epidemi Covid-19 di wilayah Hsinchu.

Propaganda ditujukan kepada mereka terlepas apakah pekerja migran resmi atau ilegal, atau yang izin tinggalnya telah habis (Overstayer) dan pernah keluar masuk area Wanhua, Kota Taipei atau daerah epidemi sekitarnya dari 21 April hingga 21 Mei 2021.

Tim gabungan mengimbau, mulai sekarang hingga 8 Juni (tergantung situasinya, apakah CECC memutuskan akan memperpanjangnya), jika memiliki gejala infeksi atau pernah bersentuhan dengan orang yang terinfeksi, untuk sesegera mungkin pergi ke Rumah Sakit untuk melakukan test swap.

Adapun RS yang dirujuk meliputi Rumah Sakit Xi-yuan Taipei, Rumah Sakit He-ping, Rumah Sakit Zhong-xing , Bopiliao atau Stasiun pemeriksaan cepat di berbagai lokasi, untuk melakukan pemeriksaan tidak dipungut biaya.

Selain Itu, informasi yang relevan tidak akan diteruskan ke badan keamanan publik seperti Kepolisian dan Imigrasi. Selama periode menerima skrining dan pengobatan, badan keamanan publik tidak akan menyelidiki dan menanganinya.

Sementara Itu, Faisal mengimbau kepada seluruh sahabat Indonesia di Taiwan untuk saling mengingatkan jika pernah keluar-masuk Wanhua atau area wabah penyakit sekitarnya pada pertengahan April, apabila mengalami tidak enak badan, harus segera melakukan pemeriksaan.

Ketua tim Kota Hsinchu, Fan Yu-cheng mengatakan bahwa untuk menjaga keamanan pertahanan negara dan melindungi hak asasi warga asing, proyek ini telah menyiapkan materi multibahasa QR CODE untuk referensi, sehingga warga asing yang tidak bisa berbahasa Mandarin bisa mendapatkan informasi real-time dan benar, serta dapat mencegah warga asing menjadi celah dalam pencegahan epidemi karena mereka tidak mengetahuinya.

Kedepannya, lanjut Fan Yu-cheng, kami akan bekerja sama dengan kepolisian dan instansi pemerintah untuk memperkuat pelaksanaan propaganda ini, dan mendorong semua pekerja migran, nelayan, dan perawat pasien untuk mengunduh “Aplikasi Jarak Sosial Taiwan” dari Departemen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. , sehingga pencegahan epidemi bisa bekerja lebih sempurna.

Selain itu, secara khusus proyek propaganda dan inspeksi yang direkam dengan menggunakan bahasa Indonesia, Departemen Imigrasi yang akan mengunggahnya ke jejaring sosial Indonesia untuk membantu menyebarkannya dan memberi tahu lebih banyak teman asing tentang informasi pencegahan epidemi yang benar. [HaniTW]



Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.