Breaking NewsPMI Taiwan

Terpeleset Di Tangga Saat Bekerja di Taiwan, Pekerja Migran Asal Purworejo Tidak Bisa Berdiri Karena Alami Hal Berikut

Semua orang tidak menginginkan terjadi kecelakaan saat bekerja, namun untung tak dapat diraih dan malang tak dapat ditolak. Begitulah nasib yang sedang menimpa seorang PMI asal Purworejo, Zubaidi.

Laki-laki berumur 48 tahun itu sekarang hanya bisa berbaring tak bisa apa-apa. Meskipun kelihatannya sehat dan masih dalam keadaan sadar namun untuk duduk pun Zubaidi tidak bisa lagi.

Menurut pengakuan istrinya, sebelumnya Zubaidi yang telah menjadi pekerja migran ilegal itu mengalami kecelakaan kerja di tempat ia bekerja.

“Waktu itu, Zubaidi sedang mengangkat besi dan naik tangga, tiba-tiba ia terpeleset mau jatuh. Untung saja pada saat kajadian salah satu teman yang ada di belakangnya dengan sigap segera menahan tubuh Zubaidi, sehingga ia tidak jadi terjatuh dari tangga, “jelas istri Zubaidi.

Istrinya Zubaidi yang kebetulan juga bekerja di Taiwan segera membawanya ke klinik. Dokter memberinya obat anti nyeri dan menyarankan untuk melakukan operasi. Istrinya terkejut setelah mendengar biaya untuk operasi diperkiraan sekitar NTD 200.000 lebih.

Selain membawa Zubaidi ke klinik untuk melakukan visum, istrinya juga mencarikan tukang pijat terapi. Berharap Zubaidi bisa disembuhkan, karena mendengar biaya operasinya yang sangat mahal mereka tidak mempunyai uang sebanyak itu.

Namun kondisinya tidak berubah bahkan Zubaidi merasakan kalau tulang punggungnya sakit, dan bahkan dalam 3-4 hari ini ia tidak bisa berdiri.

Istrinya kemudian menghubungi Faisal soh untuk meminta bantuan. Meminta Faisal mengupayakan agar Zubaidi bisa dipulangkan.

Dalam livenya hari ini (5/9) Faisal juga membacakan hasil dari pemeriksaan dokter, disitu tertulis kalau Zubaidi mengalami patah tulang rusuk. Dan karena kondisinya seperti itu, Zubaidi tidak bisa melakukan penerbangan jarak jauh. Penyakitnya harus disembuhkan lerlebih dahulu dan satu-satunya jalan adalah melakukan operasi.

Sebagaimana diketahui, Zubaidi awalnya masuk Taiwan pada tahun 2016 lalu dalam kontraknya jobnya sebagai pekerja konstruksi. Namun sesampainya di Taiwan ia diperkerjakan di tempat lain dengan gaji bersih yang diteriman hanya NTD 4000 sampai NTD 6000.

Saat berangkat ia hutang sana sini untuk membayar biaya proses sebesar 50 juta rupiah dan masih harus dipotong gaji selama 9 bulan.

Enam bulan Zubaidi bisa bertahan sebagai PMI resmi, bulan ke tujuh ia memutuskan untuk melarikan diri dan bekerja secara ilegal.

Sekarang ia hanya bisa berharap supaya penyakitnya bisa sembuh karena ia masih harus bekerja mencari uang untuk menghidupi ibu dan anak-anaknya.



Related Articles