Breaking NewsPMI lainnya

Terlantar di Dubai, Eliyah PMI Ilegal Akhirnya Berhasil Dipulangkan ke Tanah Air

Akhirnya, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Ciawitali, Desa Pusakaratu, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Eliyah (29) yang sebelumnya terlantar di Dubai akhirnya berhasil dipulangkan ke Tanah Air.

Istri dari Acu Samsudin (40) ini kembali berkumpul dengan keluarga besar setelah terlantar selama 3 minggu di Dubai, Uni Emirat Arab. Eliyah pergi ke Dubai sebagai tenaga kerja wanita (TKW), namun pihak perusahaan memberangkatkannya secara ilegal. “Bahagia bisa berkumpul kembali dengan keluarga, tidak menyangka bisa secepat ini kembali ke kampung halaman dan terima kasih banyak saya ucapkan untuk keluarga besar BAI Subang yang telah membantu, kalau saya tidak mengenal BAI Subang, mungkin saja masih ada di jalanan,” ucap Eliyah.

Sementara itu, Ketua BAI Kabupaten Subang Darman Sri Gandi, SH, bersyukur Eliyah saat ini kondisinya sehat. Eliyah tiba di rumahnya, sekitar pukul 19.15 WIB setelah dijemput BAI Subang. Sebenarnya, kata dia, Eliyah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta, Kamis (12/08/2021), malam. Eliyah menempuh penerbangan delapan jam dari Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab ke Tanah Air.

“Karena harus menjalani karantina di Wisma Atlet, Eliyah baru hari ini bisa pulang ke rumah. Sekarang Eliyah sudah berkumpul dengan keluarganya,” ujarnya. Darman menjelaskan bisa pulangnya Eliyah berkat hasil koordinasi BAI Subang dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai, dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu).

“Berkat koordinasi BAI Subang dengan KJRI dan Kemenlu, akhirnya Eliyah bisa dipulangkan ke Tanah Air. Sebab, visa kunjungan Eliyah habis pada 30 Juli, dan Eliyah kondisinya terlantar,” ujarnya. Selama terlantar di Dubai, kata Darman, Eliyah makan dari belas kasihan warga setempat, minum air keran, dan tidur di emperan toko.

Derita Eliyah ini, berawal ia berangkat ke Dubai untuk kerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), Juni lalu. Begitu di Dubai, Eliyah mendapatkan majikan yang entah galak atau gimana sehingga membuat dia tidak betah dan memilih balik ke penampungan. Sesampainya di penampungan, Eliyah malah disiksa sampai makan pun harus dengan cara minta-minta dan minum dari air kran.

“Meski Eliyah telah kumpul dengan keluarga, tugas BAI Subang belum selesai, kini akan meminta pertanggungjawaban dari pihak sponsor dan perusahaan yang mengirim Eliyah ke Dubai. Karena, sponsor dan perusahaan tidak bertanggung jawab sampai saat ini,” pungkasnya.

Darnichn.



Related Articles