Breaking NewsPMI Malaysia

Temuan CPMI Nonprosedural di Batam Akan Segera Ditindaklanjuti Oleh Kemenaker

Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemenaker, Hayani Rumondang menyatakan bahwa Pengawas Ketenagakerjaan akan menindaklanjuti dugaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara non prosedural terhadap seorang calon CPMI tak berdokumen.

Mereka ditemukan dalam inspeksi mendadak Tim Satgas Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Kemenaker, di Hotel Penuin, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (16/8/2021). Saat ini, CPMI tanpa dokumen, Ruwanti (41) asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah telah diamankan ke shelter perlindungan PMI UPT BP2MI Provinsi Kepri, sebelum dipulangkan ke daerah asal oleh Kemenaker.

“Pengawas Ketenagakerjaan akan berkoordinasi dengan kepolisian mengenai adanya unsur pidana dalam kasus tersebut terhadap semua pihak yang terlibat,” kata Dirjen Haiyani Rumondang dalam Siaran Pers Biro Humas Kemenaker, Selasa (17/8/2021). Sedangkan Dirjen Binapenta dan PKK Kemenaker, Suhartono mengatakan pihaknya akan memberi sanksi tegas terhadap Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang terlibat menempatkan CPMI secara non prosedural.

“Sesuai Kepmenaker Nomor 294 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, P3MI pada saat ini harus memnuhi protokol kesehatan,” ujarnya. Sementara Direktur Bina Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Rendra Setiawan mengungkapkan sidak Tim Satgas PPMI ke kota Batam ini adalah respond atas pengaduan masyarakat terhadap dugaan penempatan PMI non prosedural ke negara Singapura melalui Batam yang diindikasikan untuk ditempatkan oleh orang perseorangan bukan melalui pelaksana penempatan PMI.

“Kami mengharapkan seluruh masyarakat yang mengetahui adanya dugaan tindakan-tindakan penempatan PMI non prosedural baik ke negara-negara Asia Pasifik maupun Timur Tengah dapat segera melaporkan kepada Pemerintah,” ujar Rendra.

Darnichn.



Related Articles