Breaking NewsPMI Taiwan

Taiwan Sewa Pesawat Garuda Indonesia Pulangkan Pebisnis Dari Indonesia, Akankah Rute Baliknya Dapat Membawa PMI Tanpa Biaya?

Beberapa pengusaha Taiwan di Indonesia yang awalnya berencana menyewa Batik Air untuk melakukan penerbangan kembali ke Taiwan pada tanggal 28 Juli beberapa hari lalu tiba-tiba mendadak dirubah.

Ketua Asosiasi Pengembangan dan Pertukaran Pariwisata Taiwan-Indonesia, Zhang Zhi-Jia hari ini (23/7) mengatakan, pihaknya sudah berhasil merubah dengan menggunakan pesawat charter Garuda Indonesia dan akan terbang pada 8 Agustus.

Zhang Zhi-Jia mengatakan, Garuda Indonesia menyetujui membawa sebanyak 60 penumpang yang mayoritas pengusaha Taiwan dan warga Taiwan yang berada di Indonesia.

Adapun tarif untuk kelas ekonomi adalah NTD 22.000 sedangkan tarif untuk kelas bisnis sebesar NTD 28.000.

Presiden Asosiasi Pengusaha Taiwan-Indonesia, Wang An-zuo dan mantan presiden direktur, Ke Sheng-sheng, serta Presiden kamar dagang Asia-taiwan, Lai Wei-xin dan lainnya, mereka mengeluarkan uang untuk membantu menutupi biaya yang tidak mencukupi agar bisa memastikan kelancaran penerbangan.

Rencana sebelumnya, para pebisnis tersebut mau menggunakan pesawat charter Batik Air untuk kembali ke Taiwan, dan saat kembali ke Indonesia, Batik Air bisa membawa pekerja migran dan penumpang yang transit dari Hongkong pulang ke Indonesia.

Diharapkan, Garuda Indonesia bisa membawa pekerja migran dan penumpang lain pulang ke Indonesia, namun menurut Zhang Zhi-Jia jumlah penumpang tidak banyak.
Akankah rute balik maskapai ini dapat digocek oleh pemerintahan Indonesia untuk membantu PMI pulang dengan anggaran pemerintah? masih menjadi suatu pertanyaan besar sampai artikel ini dipublikasi.

Sebagaimana diketahui, sejak wabah pandemi di Indonesia semakin parah, CECC mencantumkan Negara Indonesia sebagai Negara utama yang beresiko tinggi. Mereka yang masuk dari Indonesia harus tunduk pada peraturan karantina yang ketat.

Maskapai penerbangan Taiwan telah menghentikan rute penerbangan ke Jakarta pada akhir Juni lalu.
Seperti maskapai Eva Air menangguhkan penerbangan hingga tanggal 13 Agustus, sementara China Airlines hingga tanggal 15 Agustus.



Related Articles