Breaking NewsPMI Malaysia

Singapura dan Hongkong Buka Penempatan PMI, Sedangkan Malaysia Masih Tutup

Sejumlah negara di Asia Timur dan Asia Tenggara mulai membuka penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di masa pandemi Covid-19 seperti Jepang, Hongkong, Korea Selatan, Singapura dan Brunei Darussalam.

Namun, untuk penempatan PMI ke Malaysia masih ditutup. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, I Gede Putu Aryadi, S. Sos, M.H menyebutkan ada 56 negara di dunia yang sudah membuka penempatan PMI.

“Kalau Malaysia belum dibuka, sekarang tambah Singapura, Brunei, Jepang, Korea Selatan yang dibuka untuk penempatan PMI,” kata Aryadi, Jumat (27/8/2021). Meskipun sudah ada pembukuan penempatan ke beberapa negara tersebut namun Aryadi mengatakan masih belum ada pemberangkatan CPMI asal NTB. Ia mengingatkan masyarakat sebelum adanya pemberangkatan, perlu adanya persiapan.

“Yang paling saya tekankan sesuai UU No.18 tentang perlindungan PMI. Pertama, harus menguasai informasi dasar terkait peluang kerja di luar negeri,” katanya. Kedua, CPMI harus memahami hak dan kewajiban dalam pekerjaannya di luar negeri. Jangan sampai CPMI NTB mendapatkan informasi tidak jelas.

“Makanya, akses informasi tentang peluang kerja ini harus betul-betul dibuka. Supaya jangan sampai calon PMI dapat iming-iming dari para calo, ini yang membahayakan,” ucapnya.

Untuk negara penempatan seperti Singapura dan HOngkong, kata mantan Kepala Diskominfotik NTB ini, perlindungan dan sistem penggajian PMI cukup bagus. “Yang paling penting, perlindungan bagi pekerja kita, jangan sampai di situ perlindungannya menjadi lemah,” tambahnya.

Dengan adanya pembukaan penempatan PMI ke 56 negara, kata Aryadi, CPMI harus jeli melihat izin perusahaan yang memberangkatkan. Kemudian, job order yang dibuka juga harus dilihat apakah cocok dengan skill atau tidak.

Darnichn.



Related Articles