Breaking NewsPMI lainnya

Sempat Jadi Loper Koran Sampai Jual Keset, Mantan PMI Ini Sukses Jadi Pengusaha di Hongkong

Seorang mantan PMI bernama Wahyudi Chandra kini sukses menjadi pengusaha dan investor di Hongkong. Kesuksesannya sebagai PMI patut untuk dijadikan sebagai inspirasi oleh orang lain yang juga ingin sukses.

“Itu nilai sukses, suksesnya relatif per orang. Tingginya langit ada yang lebih tinggi lagi,” ujar Chandra pada Minggu (19/9/2021). Chandra mengawali perjuangannya dari awal tahun 1990-an, meninggalkan Lombok kampung halamannya menuju Hongkong. Setibanya di sana, dia tidak hanya mengerjakan satu pekerjaan saja tetapi juga sempat menjadi loper koran, penjual makanan, berjualan kaset dan bekerja saat libur pun ia lakoni.

Pada tahun 1996, ia menyadari bahwa banyak potensi bisnis lain yang cukup besar. Keahlian yang dia peroleh dan miloko tentang bisnis remitansi atau pengiriman uang pun akhirnya dia tuangkan dengan membuka toko kecil-kecilan. Saat ini, toko minimarket yang bernama “Berjuang Menembus Impian” alias BMI milik Chandra tidak hanya jadi rujukan bagi para PMI untuk berbelanja, namun juga orang Hongkong yang ingin berbelanja bahan-bahan masakan / produk Indonesia.

Causewaybay menjadi lokasi favorit para PMI di Hongkong untuk berbelanja dan mengirimkan uang ke tempat asalnya. Seringkali BMI menjadi tempat yang direkomendasikan karena harga yang ditawarkan jauh lebih rendah daripada jasa pengiriman uang melalui bank biasa. Hal ini yang turut menarik perhatian dan kepercayaan para investor kepada Chandra.

Di saat pandemi Covid-19 sekarang ini, Chandra tetap menjadi pribadi yang teguh dan pekerja keras. Masih banyak bisnis yang ia kelola seperti biro perjalanan, money changer, pengiriman uang, restoran dan juga balai latihan kerja, seperti restoran Kampoeng Indonesia dan Chandra Remitence. Namun, hantaman pandemi pun sempat memukul bisnis-bisnis yang ada di Hongkong sejak penerapan lockdown.

Chandra mengatakan bahwa inti dari pada hidup adalah manusia ketika menghadapi tantangan, tidak boleh langsung menyerah sebab jika menyerah maka bagaimana kita bisa lebih maju. “Di sini, saya belajar dari pengalaman hidup ketika lockdown, saya sudah panggil semua karyawan terkait usaha yang sulit akibat lockdown. Tapi saya selalu tekankan tidak boleh menyerah, usaha saya tetap berjalan sekarang, meski omzet sempat menurun. Saya sampai sekarang beranggapan usaha saya masih untung, belum rugi,” pungkasnya.

Darnichn.



Related Articles