Breaking NewsPMI Taiwan

Selama Pandemi Pekerja Migran Kaburan Bekerja Sebagai PSK Meningkat

Menurut data imigrasi (NIA) selama masa epidemi, jumlah pekerja migran yang menjadi ilegal meningkat 3.228 orang.

Hingga bulan Mei kemarin jumlah total pekerja migran Ilegal 51.719 orang, dari jumlah tersebut 19.900 orang laki-laki, sisanya 31.819 orang perempuan.

Menurut analisis badan sumber daya manusia, salah satu alasan peningkatan jumlah tersebut berkaitan dengan merebaknya epidemi. Selama pandemi jumlah pesanan yang diterima di industri tradisional menurun tajam sehingga pekerja tidak menerima upah lembur dan menyebabkan pendapatan mereka berkurang.

Namun, alasan utama kenapa pekerja migran memilih kabur adalah ketika mereka berhadapan dengan agensi yang berhati jahat, akibat banyaknya potongan pekerja migran hampir tidak mempunyai sisa uang selama bekerja.

Selain bertambahnya jumlah kaburan, selama masa pencegahan epidemi, polisi menemukan banyaknya kasus perdagangan seks yang sebagian besar pelakunya adalah pekerja migran perempuan yang ilegal.

Menurut pengakuan salah satu pelaku PSK Xiao Mei, selama bekerja secara resmi gaji setiap bulannya habis dipotong dan sisanya dikirim ke keluarganya. Ia tidak mempunyai cukup uang untuk biaya kebutuhannya selama di Taiwan.

Suatu hari, Xiao mei ditawari pekerjaan oleh temannya yang kaburan dan mengatakan setiap bulannya bisa mendapatkan puluhan ribu NT. Apabila dalam setahun tidak tertangkap maka bisa meraup ratusan Ribu NT.

Xiao Mei pun tergiur dan menerima tawaran tersebut, ia melarikan diri dari rumah majikannya, kemudian ia bekerja sebagai PSK. Apabila keluarganya bertanya maka ia membohonginya kalau ia bekerja di restoran.



Related Articles