Breaking NewsPMI lainnya

Sebesar Rp 670 Juta Gaji PMI yang Belum Dibayarkan Majikannya Telah Diamankan KJRI Jeddah

Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah mengamankan upah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang belum dibayar oleh majikannya sebesar SR 177.600 atau sekitar Rp 670 juta. Kasus tersebut terungkap saat pelaksanaan pelayanan terpadu yang berlangsung 27-28 Agustus 2021 di Khamis Mushait, Arab Saudi.

Seperti kasus yang menimpa seorang PMI berinisial AIO yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) yang hanya baru menerima SR 9.600 atau sekitar Rp 36 juta selama ia bekerja. PMI asal Bekasi yang membubuhkan tanda tangan dan sidik jari sebagai bukti bahwa gaji telah dibayar lunas. Akan tetapi petugas merasa curiga dan menanyakan kapan lembar pembayaran itu ditandatangani.

Merasa ada kejanggalan, pihak KJRI pun memanggil majikan AIO untuk mengetahui fakta yang sebenarnya terkait pembayaran gaji tersebut. Setelah diklarifikasi, sang majikan mengakui bahwa dia belum membayar gaji AIO dengan nilai yang seharusnya. Pria yang berprofesi sebagai tentara itu akhirnya bersedia membuat surat pernyataan akan segera melunasi sisa gaji AIO.

Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Eko Hartono mengatakan, peristiwa ini terjadi karena tingkat pendidikan dan keluguan para PMI. Khususnya mereka yang bekerja di sektor domestik yang kerap dimanfaatkan oleh pengguna jasa yang tidak bertanggung jawab. Di samping itu, tim pelayanan terpadu juga berhasil mengupayakan kenaikan upah bagi 13 PMI yang telah bekerja bertahun-tahun sebagai ART dan masih digaji di bawah standar.

Di sela kegiatan pelayanan terpadu tersebut, tim KJRI Jeddah juga menyalurkan bantuan Covid-19 berupa 15 paket sembako kepada PMI yang kehilangan pekerjaan, tidak digaji atau pengurangan gaji karena dirumahkan setelah dinyatakan positif terinfeksi Corona.

Darnichn.



Related Articles