Breaking News

Sebarkan Berita Hoaks Soal Covid-19 di Medsos, Pekerja Migran di Taiwan Terancam Hukuman Penjara Tiga Tahun

Seorang Pekerja Migran asal Thailand yang bekerja di daerah Chungli terancam hukuman tiga tahun penjara atau denda maksimal NTD 3 juta karena telah menyebarkan berita bohong tentang covid-19 di medsos.

Dilansir Apple Daily (25/5), pekerja Migran tersebut menulis di akun Facebooknya dengan menggunakan bahasa Thailand yang mengatakan bahwa di club malam Mamba (translating 漫拔) yang ada di Chungli ada lima orang yang terkonfirmasi Covid-19.

Warganet yang mengetahui postingan tersebut melaporkannya ke kepolisian Chungli. Kemudian pekerja migran itu dipanggil ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.

Ketika petugas menanyakan kebenarannya dan meminta kontak orang yang disebutkan terkonfirmasi Covid-19 di postingannya tersebut, ia mengaku tidak tahu karena sebenarnya tidak ada.

Laki-laki berumur 24 tahun itu mengatakan bahwa ia hanya bermaksud mengingatkan teman Facebooknya saja tanpa memikirkan bahwa postingannya itu telah melanggar peraturan pencegahan pandemi di Taiwan.

Polisi menyatakan, pekerja migran Thailand itu telah menyebarkan Informasi palsu di medsos terkait penyebaran kasus yang terkonfirmasi dan yang bisa menyebabkan kesalahpahaman dan kepanikan masyarakat. Terlebih lagi saat ini Taiwan masih dalam status siaga Nasional level III.

Sesuai Pasal 14 UU Peraturan Khusus tentang Pencegahan dan Pertolongan Pneumonia menular khusus yang parah, hukuman maksimum 3 tahun penjara, penahanan pidana atau dikenakan denda NTD 3 juta.



Related Articles