Breaking NewsPMI lainnya

Sakit dan Dipaksa Kerja, PMI Indramayu Minta Tolong dengan Pak Jokowi

Kisah duka kembali dialami seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Kabupaten Indramayu, Rokaya (40). PMI yang kini bekerja di Irbil, Irak itu dalam kondisi sakit namun tetap dipaksa majikannya untuk bekerja.

Melalui rekaman video, PMI asal Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur tersebut meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo untuk memulangkannya ke Tanah Air.

Dalam rekaman sebuah video itu, terlihat wajah Rokaya pucat dan sambil menangis dengan suara yang parau, dia mengaku sudah tidak tahan dengan sakit yang dideritanya terutama pada bagian leher sampai belakang kepalanya. Dia bahkan terpaksa harus mengkonsumsi obat penahan sakit setiap hari karena tidak tahan dengan rasa sakit yang dialaminya.

“Pak Presiden, tolong bantu aku pak, pulangkan saya ke Indonesia. Ini mata saya kalau melihat juga banyak bintik-bintik hitamnya. Saya sudah gak kuat lagi kerja pak, saya sakit sudah lama. Tolong pulangkan saya ke Indonesia,” tutur Rokaya melalui rekaman video.

Rokaya sudah mencoba meminta izin pulang dengan majikannya namun sang majikannya tidak memberikan izin malah memaksa dia bekerja dalam keadaan sakit seperti itu. Sementara itu, Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan pihak majikan selama ini tidak mengizinkan Rokaya untuk berobat karena belum jelas penyakit apa yang diderita oleh PMI tersebut.

Juwariah juga menjelaskan bahwa Rokaya bekerja di dua majikan sekalian yang merupakan kakak beradik. Hal inilah yang membuat kondisi kesehatannya makin parah sampai Rokaya meminta pulang karena sudah tidak kuat bekerja. Selain itu, gaji yang diterimanya pun juga tidak sesuai. Saat berangkat pada tanggal 10 Januari 2021, Rokaya dijanjikan oleh pihak sponsor akan menerima gaji sekitar Rp 8 juta per bulannya namun hanya Rp 4 juta yang diterimanya per bulan.

“Sebenarnya Rokaya sudah menderita sakit sebelum berangkat ke Irbil, Irak sebagai PMI tapi karena dia terjerat hutang maka akhirnya dia terpaksa berangkat bekerja ke sana,” tutut Juwarih. Juwarih pun meminta bantuan kepada pemerintah pusat agar secepatnya menyelamatkan Rokaya dari majikannya, dia juga berharap agar PMI tersebut bisa segera dipulangkan ke Tanah Air.

Darnichn.



Related Articles