Breaking News

Rakyat Malaysia Mulai Dilanda Kelaparan, Nasib PMI di Malaysia Turut Terancam

Seperti halnya Indonesia yang sedang mengalami lonjakan angka penderita Covid19, Malaysia sudah lebih dulu merasakannya. Negara tetangga ini bahkan sudah melakukan lockdown sejak tanggal 1 Juni 2021, rencana awalnya lockdown hanya berlangsung selama 2 minggu namun diperpanjang terus hingga waktu yang tidak dapat ditentukan. Akibat kondisi lockdown yang cukup lama dan tidak juga menurunnya angka penderita Covid19 membuat Malaysia berada dalam keadaan genting karena pandemic Covid19. Akibatnya muncul kampanye di beberapa media sosial di Malaysia tentang gerakan pengibaran bendera putih. Adapun gerakan yang dilakukan oleh warga Malaysia ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa mereka sedang membutuhkan bantuan makanan dan kebutuhan lainnya.

Sementara itu di lain sisi, jutaan PMI di Malaysia turut terancam kelaparan akibat dari lockdown yang diterapkan guna menekan angka penderita Covid19. Seperti yang dialami oleh salah satu PMI bernama Agung berusia 30 tahun yang bertahan hidup selama ini dengan hanya makan telur dan mie instan di tempat penampungan buruh konstruksi. Agung biasanya bisa mendapatkan 2000 ringgit sebulan atau sekitar 7 juta perbulan dari hasil kerja kasar sebagai buruh bangunan. Namun sejak Malaysia lockdown, dia kehilangan penghasilannya dan dia kini mengandalkan makanan dari bantuan NGO atau lembaga swadaya masyarakat yang diperkirakan hanya akan bertahan 4-5 hari lagi.

Ketua relawan untuk Covid19 menyebut saat ini terdapat 700 ribu buruh yang terdata di industri konstruksi namun masih terdapat 1,5 juta buruh lainnya yang tak memiliki dokumen resmi dan bekerja di Malaysia. Mereka bekerja untuk sektor industri, restoran, jasa bersih bersih dan lainnya. Sedangkan terdapat 400 ribu buruh bahkan terancam diusir dari kontrakan karena sudah tidak memiliki uang untuk membayar sewa. Bersama 20 NGO juga telah memberi bantuan makanan kepada buruh dan PMI tetapi mereka tetap mereka tetap kewalahan dan kurang. Pemerintah Malaysia juga sudah menyumbang 1000 karung beras, masing masing 5 kg sejak 3 April 2021 sementara pemerintah Indonesia sudah mengirimkan 100 ribu sembako kepada para pekerjanya. Fakta menyebutkan bahwa para PMI di Malaysia bukan takut akan Covid19 tetapi mereka lebih takut kelaparan karena tak punya penghasilan lagi.

Darnichn.



Related Articles