Breaking NewsPMI lainnya

Puluhan Warga Pandeglang Adu Nasib Jadi PMI di Singapura, Korea Hingga Hongkong

Puluhan warga Kabupaten Pandeglang mengadukan nasibnya demi mencari pundi-pundi rupiah dengan menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri. Mereka yang menjadi PMi ini rata-rata bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

Berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pandeglang, para PMI yang mencari nafkah di luar negeri pada tahun 2020 mencapai 99 orang. Dengan rincian 22 PMI bekerja di Malaysia, 4 PMI bekerja di Singapura, 58 PMI bekerja di Taiwan dan 15 PMI bekerja di Hongkong.

Sementara pada tahun 2021 mencapai 28 orang terdiri dari 22 PMI bekerja di Singapura, 15 PMI telah bekerja di Hongkong dan 1 PMI bekerja di Korea. Kepala Bidang Penempatan Perluasan Kesempatan Kerja pada Disnakertrans Kabupaten Pandeglang Dadun Kohar mengatakan para PMI tersebut bekerja di sektor formal dan informal atau asisten rumah tangga.

Mereka bekerja di luar negeri sesuai surat rekomendasi yang diberikan dinasnya. Para PMI ini terus mendapat pengawasan dari pemerintah. “PMI yang bekerja di luar negeri itu sesuai dengan rekomendasi Disnakertrans. Sudah pasti mereka akan diawasi sesuai Undang-Undang nomor 18 tahun 2017,” terang Dadun, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya, semua PMI berhak mendapat perlindungan pemerintah baik sejak awal pemberangkatan, selama bekerja di luar negeri dan sampai pulang kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Pandeglang. “Pihak yang terlibat dalam perlindungan PMI diantaranya P3MI, kepala desa, Disnaker Kabupaten, provinsi, pusat dan Kementerian Luar Negeri atau Kedubes RI di tempat tujuan para PMI bekerja,” ujarnya.

Darnichn.



Related Articles