Breaking NewsPMI lainnya

Puluhan PMI Indonesia di Irak Ketakutan Hingga Menangis Minta Pulang

Puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW Indonesia di Irak ketakutan dan menangis minta dipulangkan ke Tanah Air. Para TKW Indonesia di Irak itu mengirimkan video permintaan agar dibantu pemulangannya ke Indonesia.

Sebagian besar TKW Indonesia di Irak tersebut bekerja sebagai asisten rumah tangga, beberapa TKW tersebut mengaku telah tertipu. Awalnya, mereka dijanjikan untuk bekerja di Turki, tetapi malah dibawa ke Irak.

Sebagiannya lagi ada yang mengaku disiksa oleh majikan dan ada pula yang mengaku ketakutan tinggal di Irak lantaran negara tersebut kembali bergejolak. Diketahui, akhir pekan lalu ada 3 bom meledak di provinsi Karbala, tepatnya di distrik al-Khanafesa Irak pada hari Sabtu (11/9/2021) dan mengakibatkan 3 orang luka termasuk polisi.

Peristiwa itu membuat para TKW Indonesia di Irak takut menjadi korban kerusuhan di negara yang pernah dipimpin Saddam Hussein itu. Sahlia binti Sahriya, TKW asal Bekasi Jawa Barat yang bekerja di Erbil Irak mengaku sering mendengar adanya suara tembakan.

“Saya ingin pulang, tolong bantu saya pulang,” pinta Sahlia dalam video, Rabu (15/9/2021). Hal senada juga disampaikan Jamilah binti Mansyur, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Majalengka. “Saya bekerja di Irak, saya di sini ketakutan karena terdengar suara bom dan tembakan beberapa kali,” akunya. Jamilah juga berharap sekali bisa dibantu pemulangan dirinya ke Tanah Air.

Ada juga TKW asal Lombok bernama Nur Falah yang bekerja di Erbil merasa ditipu pihak agency yang perjanjian awal seharusnya dia itu ditempatkan di Turki bukannya di Irak. “Saya merasa ketakutan di sini karena saya juga selalu dibentak-bentak sama majikan saya,” kata Nur Falah.

“Saya mohon kepada DPC BAI Jakarta Timur agar membantu saya karena saya benar-benar sudah tidak tahan kerja di sini,” ujar TKW Indonesia di Irak tersebut.

Darnichn.



Related Articles