Breaking News

PPKM Darurat Jawa-Bali Resmi Diberlakukan Tanggal 3-20 Juli 2021, Inilah 15 Aturannya

Seperti yang kita ketahui pandemic Covid19 dalam beberapa hari terakhir berkembang semakin cepat karena varian baru yang juga menjadi persoalan serius di banyak negara, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu pemerintah Indonesia yaitu Presiden Jokowi memberlakukan PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ) sebagai upaya lanjutan untuk menekan angka penyebaran Covid19 ini. Adapun PPKM ini akan resmi diberlakukan pada tanggal 3-20 Juli 2021 di wilayah Jawa dan Bali, kemudian terdapat 15 aturan yang harus diterapkan selama PPKM tersebut yaitu meliputi :

1.Sektor non-essential diwajibkan bekerja dari rumah (WFH) terhadap 100% pekerjanya.

2.Seluruh kegiatan belajar mengajar masih harus dilakukan secara daring (online).

3.Untuk sektor essential, diberlakukan 50% maksimum staff Work From Office (WFO) dengan standar protokol yang lebih diperketat.
Sedangkan untuk sektor kritikal diizinkan maksimum 100% staf WFO dengan standar protokol kesehatan yang lebih diperketat juga.
Adapun untuk sektor essential ini meliputi keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, perhotelan non penanganan karantina, teknologi informasi dan komunikasi serta industri orientasi ekspor.
Lalu untuk sektor kritikal diantaranya energi, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, kesehatan, keamanan, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, konstruksi, proyek strategis nasional,utilitas dasar seperti listrik dan air, serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.
Selanjutnya untuk supermarket, toko kelontong, pasar tradisional dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari hanya boleh beroperasional sampai pukul 20.00 waktu setempat, dengan kapasitas pengunjung 50%.

4.Segala kegiatan di pusat perbelanjaan termasuk mall atau pusat perdagangan lainnya ditutup.

5.Rumah makan atau restoran hanya menerima pesanan take away atau delivery.
6.Pelaksanaan kegiatan konstruksi di tempat konstruksi maupun lokasi proyek beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

7.Tempat ibadah serta tempat umum lainnya yang digunakan untuk beribadah ditutup sementara.

8.Fasilitas umum meliputi taman umum, tempat wisata, dan area publik lainnya ditutup sementara.

9.Kegiatan olahraga, seni dan budaya serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang menimbulkan keramaian ditutup sementara.

10.Transportasi umum seperti angkot, taksi konvensional dan online, kendaraan umum serta kendaraan sewa diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% dengan tetap menerapkan protokol kesehatan lebih ketat.

11.Resepsi pernikahan hanya boleh dihadiri maksimal 30 orang tanpa diizinkan untuk makan di tempat tetapi boleh menyediakan makanan dalam wadah tertutup untuk dibawa pulang.

12.Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi jarak jauh seperti pesawat, kereta api dan bis harus menunjukkan dokumen seperti kartu vaksin minimal 1 dosis, hasil tes PCR H-2 untuk pesawat serta antigen untuk moda transportasi lainnya.

13.Satpol PP, Polri, TNI agar melakukan pembatasan yang ketat terhadap PPKM terutama poin 3 yang berkaitan dengan sektor essential dan kritikal.

14.Penguatan Testing, Tracing dan Treatment (3T) perlu terus diterapkan, masker harus tetap dipakai ketika sedang beraktifitas di luar rumah dan dilarang untuk mengenakan face shield tanpa memakai masker.

15.Pencapaian target vaksinasi sebesar 70% dari total populasi pada kota maupun kabupaten prioritas, paling lambat Agustus 2021.

Adanya penerapan PPKM ini, masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan waspada, mematuhi ketentuan ketentuan yang ada kemudian disiplin di dalam menjalankan protokol kesehatan serta mendukung kerja aparat pemerintah dan relawan dalam menangani pandemi Covid19 ini. Dengan adanya kerja sama yang baik dari kita semua, saya yakin kita bisa menekan dan memutus rantai penyebaran virus Covid19 dan memulihkan kehidupan masyarakat secara cepat.

[Darnichn]



Related Articles