Breaking News

Polisi Gagalkan Pengiriman 23 PMI Ilegal di Bintan, 5 Orang Positif Covid

Satreskrim Polres Bintan berhasil menggagalkan pengiriman 23 Pekerja Migran Imigrasi (PMI) atau TKI ilegal yang hendak berangkat ke Malaysia. Mereka akan diberangkatkan melalui jalur ilegal yaitu lewat pelabuhan “tikus” di Kabupaten Bintan. 3 orang diamankan polisi terkait kasus ini, mereka merupakan oknum yang terlibat langsung pengiriman PMI ilegal ini.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Dwihatmoko Suseno mengatakan pengiriman PMI ilegal ini di Kampung Jeruk, Kelurahan Tanjunguban Kota, Kecamatan Bintan Utara, Selasa (6/7/2021) sekitar pukul 21.00 WIB. “23 PMI dan 3 orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus pengiriman PMI ini dibawa ke Polres Bintan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.” ujar Dwihatmoko, Kamis (8/7/2021).

Para calon PMI ilegal itu merupakan warga Lombok dan Kupang, mereka terdiri dari 21 pria dan 2 wanita. Sementara itu, 3 orang yang diduga memiliki hubungan dengan PMI ini tercatat sebagai warga Kabupaten Bintan. Ke-3 orang tersebut diancam pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal 15 miliar. Hal ini sesuai dengan UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI).

Berdasarkan keterangan yang didapat dari para PMI tersebut bahwa mereka diharuskan untuk membayar uang sebesar 3-9 juta untuk bisa bekerja di Malaysia. Selain itu, mereka pun dipungut biaya transportasi penyeberangan dari Bintan-Malaysia dengan menggunakan boat pancung 500 ribu atau yang biasa disebut dengan istilah uang pantai.

Rencananya setelah membayar, semua PMI ini akan segera diberangkatkan melalui pelabuhan tidak resmi di Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Namun belum sempat berangkat, mereka terlebih dahulu sudah diamankan oleh anggota Satreskrim Polres Bintan. “Kita juga berhasil sita 2 unit kendaraan mobil yaitu mobil Box dan juga mobil Toyota Avanza. Dengan kendaraan tersebutlah yang digunakan untuk mengangkut para PMI ilegal,” katanya.

Pihak kepolisian juga melakukan koordinasi dengan BP2MI Tanjungpinang untuk proses lanjutan para PMI tersebut Setelah itu akan dilakukan penanganan di Shelter BP2MI Tanjungpinang dan RPTC Kemensos di Senggarang, Tanjungpinang. Namun sebelum diserahkan ke sana, para PMI ilegal melakukan swab rapid antigen oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan. Hasilnya ada 5 orang dinyatakan positif Covid19 dan sekarang akan menjalankan isolasi.

Darnichn.



Related Articles