Breaking NewsPMI lainnya

PMI yang Bekerja di Arab Saudi dengan Visa Ziarah Sangat Beresiko, Simak Penjelasannya

Tiga hari lalu, Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah memulangkan sebanyak 8 PMI / WNI melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah. Sebelumnya, mereka ditampung sementara di shelter KJRI dengan rentang waktu yang bervariasi. Mereka harus sabar menunggu sampai permasalahan yang membelit mereka tuntas

Diantara 8 PMI tersebut, ada yang bekerja 16 tahun lamanya, gaji tidak ada masalah hanya saja dia menderita sakit yang tak kunjung sembuh. Akhirnya, majikan meminta bantuan KJRI untuk mengurus kepulangannya dan biaya ditanggung majikan. Ada juga yang sudah bekerja 10 tahun lalu kabur ke KJRI dan dia minta dipulangkan karena sakit-sakitan. Ada juga yang hanya masalah sepele, sang majikan tega mengusir pekerjanya yang telah bertahun-tahun mengabdi kepada majikan.

Diantara rombongan yang dipulangkan itu, terdapat dua orang yang menjadi korban tindak kekerasan dari majikan, mulai dari pemukulan, penyiraman dengan air panas, tidak diberi makan selayaknya hingga beban kerja di luar batas. Celakanya lagi, mereka masuk e Arab Saudi dengan visa ziarah (kunjungan) yang padahal visa tersebut tidak bisa digunakan untuk menetap, apalagi bekerja, masa berlaku pun sangat terbatas.

PMI yang bekerja di Arab Saudi dengan visa ziarah hanya akan membuka peluang bagi pengguna jasa atau pihak perekrut untuk berbuat seenaknya dan semena-mena. Pihak KJRI Jeddah memberikan pemahaman kepada siapapun khususnya bagi kaum perempuan yang hendak bekerja sebagai PMI di Arab Saudi. Bekerja ke luar negeri tidak sesuai prosedur (penyalahgunaan visa, tidak berbekal PK dan dokumen yang diperlukan maka akan rawan keamanan, keselamatan serta minim perlindungan.

Darnichn.



Related Articles