Breaking NewsPMI lainnya

PMI di Hongkong Mengalami Penganiayaan Oleh Majikannya yang Adalah Seorang Polisi

Tak mudah bekerja di rumah seseorang karena kita harus mengikuti karakter seseorang yang punya rumah tersebut hingga sering terjadi konflik akibat perbedaan pendapat yang tidak bisa ditolerir satu sama lain.

Hal seperti ini dialami oleh seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan majikan yang adalah polisi di Hongkong. Dimana PMI berusia 47 tahun yang namanya dirahasiakan tersebut mengalami penganiayaan oleh sang majikan.

Majikannya yang adalah seorang polisi wanita diketahui tinggal di sebuah unit di Lei Yue Mun, Kwun Tong dan atas perbuatannya maka dia harus ditangkap pada 6 Juli 2021 lalu atas laporan dari pembantunya sebagai korban. Pada hari Senin (27/9/2021), Pengadilan Magistrat Kwun Tong mengadili sang majikan dengan 10 jenis tuntutan, antara lain serangan biasa, tuduhan penyerangan yang menyebabkan cedera tubuh dan tuduhan pencurian.

Berbekal hasil pemeriksaan dan perawatan dari Rumah Sakit Queen Mary karena selama periode itu dia diserang dengan tangan dan dia juga mengalami luka di bagian mulutnya.

Setelah penyelidikan awal oleh Polisi, diketahui bahwa dari bulan Juni hingga Juli tahun ini, majikannya telah berulang kali melakukan kekerasan fisik di rumah dan menyita ponselnya. Akibat kasus kekerasan ini Nyonya majikan diskors dari Kepolisian dan kini kasusnya sudah diserahkan pada Regu Kriminal Regional Kowloon Timur untuk ditindaklanjuti.

Darnichn.



Related Articles