Breaking NewsPMI lainnya

PMI Berpeluang Besar Kerja di Sektor Perkebunan Kanada

Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama yang memiliki kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris mempunyai peluang yang cukup besar untuk bekerja di sektor perkebunan/greenhouses di Kanada.

Informasi tersebut diperoleh Konsul Jenderal RI Toronto, Leonard F. Hutabarat, Ph.D., pada saat bertemu dengan sejumlah pekerja migran Indonesia yang bekerja di greenhouses di Municipality Leamington pada awal Agustus lalu. Municipality Leamington merupakan salah satu pusat perkebunan /pertanian terbesar di Kanada.

Menurut salah satu PMI yang telah memiliki posisi cukup baik di salah satu perusahaan perkebunan, peluang untuk tenaga kerja dari Indonesia masih terbuka luas karena pekerja Indonesia memiliki reputasi yang cukup baik, khususnya terkait ketelitian dalam bekerja sebagaimana dibutuhkan pekerja perkebunan/pertanian. Namun, salah satu kekurangan pekerja Indonesia adalah kemampuan Bahasa Inggris.

Dikutip dari website resmi Kemenlu, kemlu.go.id, agar bisa memanfaatkan peluang ini Konsul Jenderal RI Toronto telah memfasilitasi kerja sama antara institusi terkait di Indonesia dengan pemilik greenhouse di Leamington.

Lembaga terkait di Indonesia dapat berperan dalam menyiapkan PMI terkait ketrampilan yang dibutuhkan/diminta pemilik greenhouse, termasuk kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Perusahaan perkebunan juga diharapkan dapat langsung melakukan rekruitmen kepada tenaga migran yang telah mendapatkan pelatihan.

Dalam hal ini, perlu diperhatikan regulasi Pemerintah Kanada yang melarang agen/lembaga atau perorangan yang berkaitan dengan pengiriman tenaga migran ke Kanada untuk mengambil keuntungan dari pekerja. Pelaku pelanggaran dapat dikenakan sanksi pidana di Kanada.

Kanada termasuk negara yang mempunyai regulasi tenaga kerja yang cukup baik termasuk dalam melindungi hak-hak pekerja migran. Sebagian besar dari pekerja tersebut cukup puas dengan kondisi kerja dan upah yang didapatkan. Saat ini PMI di Leamington baru berjumlah sekitar 50 orang, jauh di bawah tenaga kerja Filipina dan Meksiko yang menguasai pasar tenaga kerja di sektor perkebunan / pertanian ini.

Sekitar 50 PMI di sektor perkebunan Kanada saat ini sebagian besar berasal dari Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Diharapkan upaya KJRI Toronto untuk mendorong masuknya PMI ke Kanada dapat terlaksana di masa mendatang, sehingga akan memberikan konstribusi pada pengiriman tenaga terampil Indonesia ke luar negeri yang menjadi salah satu program pemerintah. (rozi_EM)



Related Articles