Breaking News

Pihak Berwenang Malaysia Berhasil Selamatkan PRT Indonesia yang Jadi Korban Kerja Paksa di Perak

Seorang pekerja warga Indonesia yang menjadi korban kerja paksa diselamatkan oleh pihak berwenang Malaysia setelah menerima pengaduan dan informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur.

Kementerian Sumber Manusia (KSM) dalam kenyataan media (siaran pers, Red) tertanggal 25 Setember 2021, menyebutkan bahwa operasi penyelamatan yang diikuti oleh berbagai instansi itu dilakukan di sebuah rumah di Ayer Tawar, Perak sekitar pukul 06.50 pagi pada 23 September 2021.

Korban yang diselamatkan adalah seorang wanita warga Indonesia dan dia mengkonfirmasi bahwa dia memasuki Malaysia secara legal dengan izin kerja sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) pada Juni 2003 melalui agen yang dia kenal.

“Setelah mendapatkan pekerjaan, gaji korban dipotong 4 bulan sebesar RM350 per bulan sebagai pembayaran kepada agen. Namun, korban tidak mengetahui hal ini karena dia menyerahkan semuanya kepada agen dan dia mengaku tidak dibuat perjanjian tertulis mengenai proses pekerjaannya, termasuk terkait pembayaran kepada agen yang bersangkutan,” bunyi pernyataan KSM dalam siaran pers-nya.

Menurut pernyataan KSM itu, penyelidikan awal menunjukkan korban yang izin kerjanya telah berakhir pada Juni 2020 diklasifikasikan sebagai korban kerja paksa.

Di antara indikatornya termasuk gaji korban yang belum dibayar untuk jangka waktu tiga tahun dari tahun 2018 hingga 2021 dan berjumlah sekitar RM25.000 (sekitar Rp 85 juta).

Majikan/tersangka juga mengeksploitasi korban dengan mengancam bahwa dia bukan pekerja yang sah (ilegal) dan sering memarahi korban jika ingin kembali ke negara asalnya.

Bahkan korban pernah dianiaya secara fisik yaitu ditendang di wajah saat korban meminta sisa gaji yang belum dibayar.

Semua situasi yang dihadapi korban merupakan indikator kuat bahwa majikan/tersangka telah melakukan pelanggaran di bawah Undang-Undang Anti Perdagangan Orang dan Anti Penyelundupan Migran (ATIPSOM) 2007, jelas KSM.

Korban yang diselamatkan (yang tak disebutkan namanya) itu, masih dalam keadaan trauma dan ditempatkan di Shelter Zona Pusat Damansara setelah diberikan Interim Protection Order (IPO) oleh Pengadilan Tinggi Sri Manjung pada tanggal yang sama dia diselamatkan.



Related Articles