Breaking News

Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Negara Penempatan

Beberapa hari yang lalu telah terjadi suatu hal yang tidak menyenangkan yang menimpa salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) berusia 24 tahun di negara Hongkong. Di usianya yang masih sangat belia, banyak sekali penyiksaan yang dialaminya termasuk jam kerja yang over, yang mana dalam sehari dia hanya tidur 4 jam saja. Kemudian dia juga mendapatkan kekerasan fisik di tempatnya bekerja, dimana dia sering dipukuli dan yang lebih parahnya lagi dia juga mengalami kekerasan seksual sampai pada akhirnya hamil dan disuruh untuk menggugurkan kandungannya. Nah, tentu dengan banyaknya penyiksaan yang dialami menyebabkan dia merasa sangat tertekan dan pastinya terpukul.

Mengingat negara Hongkong termasuk salah satu negara yang aman dan mentaati peraturan tentu kejadian yang menimpa PMI tersebut cukup gempar dan membuat kaget PMI yang lainnya. Setelah mengetahui adanya berita ini, pihak KJRI di Hongkong pun tidak tinggal diam dan langsung menangani dengan menghubungi agency dimana merupakan penyalur dari PMI tersebut.

Dari kejadian yang menimpa PMI berusia 24 tahun di negara Hongkong tersebut merupakan peringatan bagi kita semua. Terutama untuk PMI yang lainnya yang bekerja di negara penempatan manapun agar tidak perlu ragu untuk melaporkan perlakuan yang tidak menyenangkan yang Anda alami semasa bekerja. Jika sampai merasa keselamatan Anda mulai terancam maka Anda tidak perlu berpikir panjang untuk segera melaporkan ke pihak agency Anda, organisasi perlindungan PMI atau ke pihak KJRI nya langsung.

Darnichn.



Related Articles