Breaking NewsPMI lainnya

Perempuan Singapura Dipenjara Selama 9 Minggu Karena Aniaya PMI

Seorang perempuan berkewarganegaraan Singapura dihukum dan dipenjara 9 pekan aau sekitar 2 bulan karena telah menganiaya PMI yang berprofesi sebagai ART. Pelaku yang diketahui bernama Nurhuda Othman (38) menganiaya korban yang bernama Neni Jayanti (32) menyebabkan luka di kaki, tangan dan mata karena tidak puas dengan hasil pekerjaannya.

Dalam sidang yang dilaksanakan pada Kamis (26/8/2021) di pengadilan distrik, Nurhuda mengaku bersalah atas perbuatan yang telah dilakukannya terhadap Neni. “Ini sebagai fakta, ART merupakan kelompok rentan (kekerasan) dari orang-orang yang tinggal bersamanya dan sangat bergantung kepada majikan selama masa kerja,” kata hakim Marvin Bay, dikutipkan dari The Straits Times.

Diketahui Neni mulai bekerja di flat Nurhuda di Geyland East Central pada 29 Januari 2018, dia ditugaskan memasak dan menjaga anak-anak dari sang majikan yang saat itu berusia 2 dan 15 tahun. Pada suatu saat, Nurhuda menilai Neni bekerja terlalu lambat serta mencari maki penampilanya. Perempuan 3 anak itu juga memaksa Neni melakukan squat dengan alasan mengantuk saat kerja. Pada Mei 2019, dia memukul lengan Neni dengan tangan kosong.

Nurhuda juga kembali menganiaya korban pada 12 Juni dan mendorongkan papan setrika ke arahnya. Papan menimpa kaki kanan korban, membuatnya menangis kesakitan. Selain itu, Nurhuda juga memukul tangan kiri dan mata kiri Neni.

Sehari setelah kejadian itu, Nurhuda dan keluarganya berlibur ke luar negeri. Kemudian pada 15 Juni, Neni yang sudah tidak tahan akhirnya memberanikan diri untuk melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi. Petugas lalu membawa Neni ke Rumah Sakit Umum Changi dan benar saja didapati beberapa luka termasuk di kaki kanan. Atas kejadian itu, Nurhuda sudah membayar 4.000 dolar Singapura lebih atau sekitar Rp 43 juta kepada Neni sebagai kompensasi.

Terpidana harus menyerahkan dirinya pada Pengadilan Negeri pada 6 September untuk memulai masa hukuman penjara.

Darnichn.



Related Articles