Breaking NewsPMI Taiwan

Pengin Jadi Tahanan Luar, PMI Kaburan di Taiwan Ini Malah Ketipu 80.000 NT

Maunya untung malah buntung. Mungkin inilah kalimat yang tepat untuk mbak Markonah (nama samaran), seorang PMI ilegal yang menginginkan tahanan luar namun justru kehilangan uang senilai NTD 80.000 atau sekitar Rp.40 juta.

Menurut cerita Markonah dalam live Faisal Soh hari ini (21/9), kisah penipuan ini bermula dari postingan Markonah sendiri di sebuah group Facebook Job Kaburan di Taiwan.

Dalam postingannya, ia menanyakan terkait dan syarat menjadi tahanan luar. Karena Markonah pernah dengar ada PMI yang jadi tahanan luar dengan syarat harus ada jaminan.

Tahanan Luar di Taiwan maksudnya orang Asing ilegal di Taiwan jika tertangkap harus ditahan di penjara selama menunggu proses, namun jika ada warga Taiwan yang mau memberikan jaminan maka orang tersebut tidak perlu dipenjara, ia bisa menunggu di luar alias sebagai tahanan luar.

Dalam postingan Markonah tersebut, ada seseorang yang coment mengaku pernah jadi Tahanan Luar. Kemudian orang tersebut inbox Markonah menceritakan pengalamannya menjadi tahanan luar lebih dari satu tahun, ia mengatakan kalau ada orang yang bersedia menjadi penjamin dengan memberinya uang jaminan.

Kemudian orang tersebut (pelaku penipuan) kemudian memindahkan chattingan mereka dengan menggunakan aplikasi Line.

Markonah yang kelihatannya masih lugu dan berantusias ingin menjadi tahanan luar, sama sekali tidak merasa curiga kalau dia akan jadi korban penipuan.

Pelaku mulai menceritakan pengalamannya, ia mengatakan jika kabur diatas enam bulan dan belum ada tiga tahun maka biaya jaminan yang harus dibayar senilai NTD 30.000.

Tanpa menaruh curiga, Markonah kemudian mentransfer uang tersebut dengan dua kali pengiriman ke nomor rekening Taiwan dengan menggunakan bank pos.

Belum cukup sampai di sini aksi pelaku yang mengaku Nikah sama orang Taiwan itu. Ia mengatakan karena Markonah kaburnya sudah di atas enam bulan maka ada tambahan lagi sebesar NTD 10.000

Pelaku menenangkan Markonah dengan mengatakan kalau kaburnya sudah di atas tiga tahun maka uang jaminannya bisa mencapai NTD 50.000.

Selain itu, Markonah juga disuruh kirim lagi NTD 8.500 dengan alasan uàng itu untuk membayar Fa Kuan (pengadilan red.) supaya nanti kalau mau pulang tidak lagi berurusan dengan hukum, tinggal beli tiket dan pulang ke Indonesia.

Rupanya pelaku sudah tahu kalau Markonah merupakan sasaran empuk untuk menjalankan modusnya. Pelaku mencari akal lagi untuk menipu Markonah, alhasil dengan akal liciknya pelaku menipu Markonah untuk ke sekian kalinya dengan mengatakan kalau saat ini karena pandemi maka biaya jaminan naik menjadi NTD 50.000.

Karena Markonah tidak mempunyai uang lagi, ia menyuruh pamannya untuk mentransfer sebesar rp.10 juta ke nomor rekening Indonesia.

Belum puas sampai disitu, pelaku kembali menggunakan akal untuk meminta transferan uang sebesar NTD 12.000 dengan alasan karena pandemi, uang tersebut untuk membayar PCR dll.

Dari sinilah Markonah mulai sadar. Ia mengatakan kalau sudah tidak mempunyai uang lagi, dan ia minta uangnya dikembalikan. Akhirnya Markonah melaporkan kejadian tersebut ke polisi.



Related Articles