Breaking NewsPMI Taiwan

Pekerja Migran Muslim di Taiwan Tolak Vaksin Astra Zeneca Karena Tidak Halal, Berikut Penjelasan CECC

Akhir-akhir ini tersebar isu terkait komposisi dari vaksin Astra Zeneca (AZ) ada kandungan tripsin babi alias tidak halal, karena itu banyak pekerja migran asal Indonesia yang menolak atau ragu ikut vakzin AZ.

Menanggapi hal tersebut kepala CECC Taiwan Chen She-chong dalam konferensi persnya kemarin (17/8/2021) mengklarifikasi, baik vaksin impor maupun produksi dalam negeri (Taiwan) tidak ada kandungan sel babi.

Chen She-chong menjelaskan, untuk proses pembuatan vaksin termasuk AZ, Moderna, Pfizer-BioNTech (BNT) dan Kao duan (高端), dll, baik yang diimpor atau diproduksi sendiri, pemerintah Taiwan secara khusus menyetujui tidak ada kandungan sel babi.

Pada saat yang sama, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 24 Juli lalu juga menyatakan bahwa vaksin seperti AZ, Moderna dan BNT semuanya bersertifikat halal.

Adapun terkait pekerja migran asal Indonesia yang baru-baru ini meragukan komponen vaksin AZ, Chen Shizhong mengatakan, vaksin AZ mengandung vektor adenovirus non-replika yang mengandung gen virus spike protein (S protein) SARS-CoV-2. Menggunakan teknologi DNA rekombinan untuk berkembang biak dalam sel ginjal embrionik manusia yang dimodifikasi secara genetik. Tidak ada sel babi yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Terlebih lagi, vaksin AZ telah digunakan di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Oman, Mesir, dan Indonesia. Dan pimpinan Dewan Islam di banyak negara juga mengizinkan umat Islam untuk divaksinasi.

Vaksin lain seperti Moderna dan BNT juga telah disetujui atau digunakan oleh Indonesia, Saudi Arabia,Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan negara lainnya.

Chen She-chong mengharapkan masyarakat untuk tidak kawatir melakukan vaksin.

HaniTW



Related Articles