Breaking NewsPMI Taiwan

Pekerja Migran Ini Tega Habisi Nyawa Teman Kerjanya Hanya Karena Sering Diomeli

Kabar duka kembali datang dari salah satu PMI asal indramayu, Komariah (28) yang bekerja di daerah perkebunan tomat Nantou yang meninggal karena dibunuh oleh teman kerjanya pada 4 Agustus kemarin.

Menurut keterangan Faisal Soh dalam livenya (4/8/2021), ia mengatakan, dari Informasi yang didapat dari teman-teman di sana, dugaan sementara kematian Komariah karena dibunuh. Hal itu terlihat dari luka tusukan dibagian perut, dada, Dan bagian tubuh lain almarhumah.

Faisal menambahkan, Billy (28) yang merupakan teman kerja Komariah setelah melakukan pembunuhan menghilang, ia melarikan diri untuk bersembunyi.

Untuk itu, Faisal berharap kerjasama dari teman-teman yang mengetahui keberadaan Billy segera melapor, dan berharap Billy mau keluar untuk menyerahkan diri.

Setelah melalui pencarian dan kerjasama dari KDEI Taipei serta beberapa Informasi dari teman-temannya akhirnya Billy bersedia menyerahkan diri dan memberitahukan di mana posisi persembunyiannya.

Tim kepolisian dan tim satuan khusus Imigrasi segera meluncur ke tempat persembunyian Billy kemudian menahannya untuk dimintai keterangan.

Menurut pengakuan Billy, ia kecewa dan jengkel karena Komariah sering mengadu ke majikannya sehingga ia sering dimarahi.

Billy mengatakan, Komariah lebih pandai bahasa mandarin, ia sudah dipercaya majikannya, dialah yang selalu membantu menerjemahkan apabila ia tidak faham apa yang disampaikan majikan.

Namun, Billy menambahkan, Komariah juga sering mengadu yang bukan-bukan dan menyebabkan mereka berdua juga sering berantem.

Terakhir beberapa hari lalu ia dan Karomah bertengkar, ia kalap dan dengan menggunakan Pisau yang ada di tangannya menusuk beberapa bagian tubuh Komariah. Setelah melihatnya terkapar, ia panik dan melarikan diri untuk bersembunyi.

Sementara Komariah yang masih berlumuran darah ditemukan majikannya yang waktu itu masuk ke lokasi perkebunan. Kemudian segera dilarikan ke RS, namun nyawanya tidak tertolong.

HaniTW



Related Articles