Breaking NewsPMI Malaysia

Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia Alami Diskriminasi Selama Pandemi Covid-19

Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di Malaysia mengalami diskriminasi di tengah pandemi Covid-19. Mereka dianggap sebagai pembawa Covid-19 dan pencuri pekerjaan di tengah krisis ekonomi yang juga melanda Negeri Jiran tersebut.

“Mereka (pekerja migran) bukan pembawa Covid-19 dan juga bukan pencuri pekerjaan di Malaysia. Tapi kebencian ini semakin meluas dan beredar di media sosial di Malaysia,” ucap Komisioner Suruhanjaya Hak Asasi Manusia (SUHAKAM) Malaysia, Jerald Joseph dalam webinar Civil Society Melawan Covid-19.

Namun sayangnya, pemerintah Malaysia tidak membantu masalah ini yang berakibat semakin meluasnya kebencian terhadap PMI. Malahan, saat ini sedang ada penangkapan terhadap pekerja migran tanpa dokumen lengkap.

Menurut dia, masalah penangkapan imigran tanpa dokumen tersebut tidak darurat. Hal darurat sebenarnya menurut Jerald adalah bangaimanan merespons pandemi. “Waktu pandemi ini, banyak pekerja migran yang tidak bekerja atau tidak mendapatkan gaji dari majikannya. Tidak ada bantuan, hanya NGO yang membantu,” imbuh dia.

Kasus Covid-19 di Malaysia juga terus meningkat setiap harinya dengan total lebih dari 15 ribu kasus dalam beberapa hari terakhir. Pandemi Covid-19 membuat pemerintah melakukan Kawasan Pergerakan (MCO) atau semacam lockdown yang membantu masyarakat tidak bisa keluar rumah atau beraktifitas seperti biasanya. Adanya lockdown membuat sektor perekonomian Malaysia menurun dan hal ini dijadikan sebagai bahan politik oleh pihak tertentu.

Darnichn.



Related Articles