Breaking News

Pekerja Migran Dilarang Keluar, Organisasi di Taiwan Luncurkan Petisi Cabut Kebijakan Itu

Kebijakan pelarangan keluar bagi pekerja migran yang diumumkan oleh bupati Miaoli memicu pro kontra dikalangan LSM bukan saja pemerhati pekerja migran tapi juga pekerja lokal.

Terkait kebijakan tersebut, kemarin CECC telah mengingatkan kepada bupati Miaoli supaya disesuaikan dengan Peraturan status siaga III.

Selain CECC, sebuah organisasi kepemudaan yang berbasis di Miaoli, Yuan Li Hi Home, menilai kebijakan tersebut merupakan diskriminasi terhadap pekerja migran. Mereka menyerukan bupati Miaoli Xu Yao-Chang untuk mencabut larangan tersebut.

Pada Selasa (8/6) mereka meluncurkan petisi online “Hidup di pulau yang sama, pekerja migran juga manusia, pencegahan epidemi tidak membedakan suku/kewarganegaraan”.

Dilansir United Daily News (9/6), hingga Rabu sore masyarakat yang tandatangan menyetujui petisi tersebut mencapai 1300.

Sementara itu, TIWA memprotes keras terhadap kebijakan pembatasan kebebasan pribadi pekerja migran yang diumumkan bupati Miaoli itu tidak masuk akal.

TIWA mengatakan, merebaknya infeksi klaster di perusahaan Elektronik di Miaoli telah mengungkap pengabaian Kementerian Tenaga Kerja terhadap lingkungan asrama pekerja migran.

Namun, masyarakat telah menuding klaster bersumber dari pekerja migran dan mengabaikan kondisi kehidupan mereka yang tidak dapat bekerja bersama dalam pencegahan epidemi.

[HaniTW]



Related Articles