Breaking News

Pekerja Migran di Taiwan Masih Banyak yang Belum Vaksin, Berikut Alasan Mereka

Hingga bulan Juli target penyuntikan vaksin di Taiwan sudah sampai pada kategori umum yaitu semua warga yang berumur 18 tahun ke atas dan warga Asing pemilik ARC atau Askes termasuk juga pekerja migran.

Akan tetapi, menurut laporan yang ditulis media lokal Taiwan menyebutkan, beberapa pekerja migran di kabupaten Changhua menolak untuk divaksinasi. Bahkan ada sepasang majikan yang melaporkan bahwa mereka telah melakukan suntik vaksin terlebih dahulu, akan tetapi pekerja migran masih menolak untuk divaksin.

Departemen Tenaga Kerja dan Biro Kesehatan mengatakan bahwa hari ini (31/7) pemerintah daerah belum memiliki data pekerja migran yang divaksin, pihaknya hanya bisa memberikan wawasan yang lebih luas lagi kepada pekerja migran supaya mereka bersedia divaksin.

Mantan ketua Asosiasi Medis Kabupaten Changhua dan mantan sekretaris jenderal Federasi Nasional Asosiasi Medis, Tsai Ming-chung, mengatakan masyarakat Taiwan dari kecil sudah dibekali pengetahuan tentang kesehatan, jadi mereka bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk melakukan vaksin.

Sedangkan pekerja migran memiliki latar belakang budaya dan pendidikan yang berbeda sehingga sulit untuk mengikuti peraturan dari pemerintah, terlebih lagi mereka melihat berita-berita dari media terkait efek ang ditimbulkan setelah menerima vaksin.

Untuk menghindari adanya celah penularan virus dan pencegahan pandemi, ke depannya pemerintah akan lebih memperhatikan tiga tempat berikut. Yang pertama adalah kawasan padat penduduk, kedua lembaga berorientasi konservasi dan ketiga tempat berkumpulnya para pekerja migran.

Selain itu, sebagian pekerja migran perawat pasien yang membaca berita mengetahui bahwa Taiwan menerima sumbangan vaksin dan vaksin ada batas waktu hanya untk setengah tahun, oleh karena itu pekerja migran menolak untuk divaksinasi. Mereka ada yang bersikeras untuk tidak mau divaksinasi, tidak peduli walau majikan maupun anggota keluarga mereka setelah divaksin tidak ada efek samping dan sehat.

Cai Ming-chung mengatakan, sistem medis tidak bisa melihat data pekerja migran divaksinasi, tetapi hari ini dari 200 orang yang divaksinasi, diantaranya ada 20 pekerja migran, atau sekitar 10% menunjukkan bahwa pekerja migran secara perlahan akan bersedia untuk divaksinasi

Sementara itu komisioner Tenaga Kerja Ke Cheng-fang, mengatakan, mereka tidak bisa mengetahui informasi pendaftar vaksinasi pekerja migran. Direktur kesehatan Ye Yan-bo juga mengatakan, data vaksinasi pekerja migran ada di pemerintah pusat, jadi pemerintah daerah tidak bisa melihat data tersebut. Mereka semua menekankan akan memperkuat promosi vaksinasi ke pekerja migran agar mereka bersedia untuk melakukan vaksinasi.

HaniTW



Related Articles