Breaking NewsPMI lainnya

Nurbaety, Calo Ratusan PMI Ilegal asal Cirebon Ditangkap Polisi

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) berkolaborasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) berhasil menangkap calo yang menempatkan ratusan PMI secara ilegal.

Calo asal Cirebon bernama Nurbaety alias Bety tersebut ditangkap polisi di wilayah Bogor pada hari Minggu (26/9/2021) dan saat ini tengah ditangani oleh Polda Jabar untuk proses hukum lebih lanjut.

Dalam konferensi pers di Media Center Kantor Pusat BP2MI, Jakarta, pada Senin (27/9/2021), Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan bahwa Nurbaety telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Indramayu berdasarkan Surat Nomor DPO/59/IV/2021/Reskrim.

“Pada bulan Maret 2021, ia menjadi tersangka utama dalam pengiriman PMI bernama Kurniasari secara ilegal ke Erbil, Irak. Dalam kasus ini, Nurbaety bekerjasama dengan calo lain yaitu H. Ending, dan PT Nurbarokah Pratama Cirebon yang tidak memiliki Surat Izin Penempatan Pekerja Migran Indonesia atau SIP3MI,” papar Benny.

Diungkapkan oleh Benny bahwa pada tanggal 15 September 2021, BP2MI melakukan koordinasi dengan Kapolda Jawa Barat, yang selanjutnya diteruskan ke Direktur Intelejen dan Keamanan (Intelkam) Polda Jawa Barat untuk berkoordinasi dengan BP2MI guna menelusuri keberadaan Nurbaety yang diketahui telah memberangkatkan sekitar 500 orang PMI secara ilegal ke berbagai negara, termasuk Timur Tengah.

Benny menjelaskan bahwa BP2MI sebelumnya telah menerima beberapa laporan dan aduan dari Calon PMI maupun PMI yang menjadi korban TPPO oleh Nurbaety ini.

Awalnya pada April 2021, CPMI bernama Ina mengadu setelah berhasil kabur dari tempat penampungan ilegal di Majalengka. BP2MI lalu melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mendapati empat korban lain bersama calo Hj. Dewi dan Nukyi. Kedua calo tersebut segera diamankan oleh Polres Indramayu.

Pada Agustus 2021 PMI atas nama Yuni Asih yang ditempatkan secara ilegal oleh Nurbaety mengalami penganiayaan di Erbil, Irak. Yuni Asih melaporkan permasalahannya kepada BP2MI yang ditindaklanjuti dengan penyelamatan terhadap Yuni Asih bersama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Baghdad.

Untuk selanjutnya Benny menjelaskan bahwa BP2MI akan terus mengawal proses hukum atas tertangkapnya Nurbaety hingga proses pengadilan tuntas.

“Ini adalah praktik penempatan ilegal yang merupakan bisnis kotor yang menggiurkan. Tidak dipungkiri ada banyak oknum dengan atributif kekuasaan yang ikut bermain. BP2MI telah melakukan upaya penyelamatan, termasuk kegiatan penggerebekan yang telah saya pimpin langsung sebanyak 24 kali dengan menyelamatkan 1.240 orang,” tegas Benny.



Related Articles