Breaking NewsPMI Taiwan

Niat Hati Hanya Ingin Membantu Majikan Ketika Liburan, Pekerja Migran Ini Malah Terciduk dan Terancam Denda Hingga NTD 150.000

Dua orang pekerja migran asal Vietnam terciduk Polisi ketika sedang melakukan pekerjaan (membantu) memompa air untuk mengairi lahan pertanian milik ayah majikannya ketika mereka sedang berlibur.

Mereka sudah melanggar peraturan Undang-Undang Ketenagakerjaan Pasal 57, paragraf 3, bekerja diluar ruang lingkup kontrak kerja yang ditandatangani, dan bisa terancam denda antara NTD 30.000 hingga NTD 150.000.

Beberapa Hari lalu tepatnya tanggal 27 Juli status waspada epidemi di Taiwan diturunkan menjadi status siaga II, dimana sudah banyak diberlakukan pelonggaran aktifitas. Banyak pekerja migran yang mengambil kesempatan tersebut untuk mencari hiburan di luar.

Pada 1 Agustus lalu kepolisian cabang Jinsha, Distrik Jinhu, kabupaten Kinmen mendapat laporan adanya dua orang pekerja migran yang diduga bekerja part time di area bangunan Jalan Shaqing dan Tangtou, Kota Jinsha, Kinmen.

Tim polisi dan Satuan Tugas Khusus Jinmen dari Brigade Urusan Distrik Selatan Departemen Imigrasi segera meluncur ke lokasi, dan memang benar ada dua pekerja migran yang sedang bekerja di sana.

Setelah diselidiki, dua laki-laki tersebut pekerja migran asal Vietnam, mereka dipekerjakan oleh perusahaan yang berbeda. Satu diantaranya bekerja di pemotongan batu, sementara yang satunya lagi bekerja di pengolahan makanan. Namun letak tempatnya mereka bekerja berdekatan.

Pada hari itu, mereka berdua sedang berlibur dan janjian bertemu, rencananya akan pergi menangkap kepiting. Namun, majikan dari salah satu pekerja migran tersebut yang bermarga Xu mengatakan, perusahaan ayahnya harus memompa air di lokasi proyek untuk mengairi pertanian, dan meminta mereka untuk datang membantunya.

Meskipun mereka tidak menerima upah, akan tetapi tindakan majikan yang telah mempekerjakan pekerja migran untuk melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan job. Ini telah melanggar Pasal 57, paragraf 3 Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan.

Saat ini kasusnya sudah dikirim ke instansi terkait di Kabupaten Jinmen untuk penanganan selanjutnya.

Polisi mengimbau, pekerja migran hanya dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan yang tertulis dalam surat izin kerja yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja (MoL), dan majikan tidak boleh menugaskan pekerja migran untuk melakukan pekerjaan di luar ruang lingkup yang diizinkan.

HaniTW



Related Articles