Breaking News

Miris! Upah Tak Seberapa, PMI di Singapura ini Mendapatkan Perlakuan Tak Pantas dari Majikan Hingga Kerap Dipukuli dan Dipaksa Telan Sampah

Adanya kesempatan bekerja yang langka dan tawaran yang menggiurkan membuat banyak pekerja Indonesia memutuskan untuk bekerja di luar negeri walaupun hanya sebagai asisten rumah tangga (ART).

Namun sayangnya, telah terjadi sebuah kasus yang dialami oleh seorang PMI yang bekerja di Singapura dimana dianya mengalami kekerasan dari majikannya.

Adapun perlakuan kasar yang dialaminya adalah dipukul, ditampar bahkan yang lebih kejamnya PMI tersebut dipaksa untuk menelan kapas kotor dan rontokkan rambut yang ada di kamar mandi (toilet).

Merasa sudah sangat terancam, PMI tersebut pun melaporkan kepada kakaknya untuk meminta bantuan Sentra Pegawai Domestik.

Dan atas kasus kekerasan yang menimpa PMI tersebut sudah diadili di Pengadilan Singapura dengan terdakwa adalah sang majikan bernama Tan Hui Mein (35). Tan mengakui kesalahan atas lima dakwaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ditimpakan kepadanya.

Lalu pengadilan tersebut kemudian menjatuhkan hukuman penjara 8 minggu kepada Tan dan bukan hanya itu saja, dia pun dituntut untuk membayar kompensasi sebesar 3.200 dolar Singapura kepada ART yang merupakan PMI tersebut.

Disebutkan, Tan telah mempekerjakan ART selama 10 tahun dan untuk sebelumnya tidak pernah ada kasus. Ia mengaku salah dan meminta keringanan dengan alasan ketiga anaknya masih membutuhkan dia. Namun hakim secara tegas mengatakan bahwa hukuman bagi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah penjara kecuali ada situasi yang mendesak dan terbukti dalam kasus Tan tersebut tidak ada situasi mendesak. Hakim juga menyinggung dua luka fisik pada korban serta dampak psikologis lantaran harus dipaksa makan sampah.

Darnichn.



Related Articles