Breaking NewsPMI Taiwan

Mengaku Jengkel Karena Diejek, Warga Taiwan Nekad Membunuh Pekerja Migran Asal Vietnam

Seorang pekerja migran asal Vietnam, Ruan (29th) ditemukan sudah meninggal dunia di sebelah kanan hutan di tepi muara Sungai Houhu, Distrik Hsinwu, Taoyuan pada 31 Juli kemarin.

Ketika ditemukan, baju atas Ruan dalam keadaan berantakan, mengenakan celana hitam dengan kancing dan ritsleting terbuka, tanpa mengenakan sepatu dan ada luka di bagian kepala, serta ada jejak darah berceceran di sekitar tempat kejadian.

Kepolisian Yangmei mengatakan, setelah melihat kondisi Ruan dan melihat bukti disekitar TKP, Ruan diduga merupakan korban pembunuhan.

Selain itu, Ruan tidak membawa identitas diri. Setelah dicocokkan melalui sidik jarinya, diketahui bahwa Ruan merupakan pekerja migran Ilegal dan sudah bersuami.

Sub-biro Polisi Yangmei segera membentuk tim khusus untuk meninjau kronologi kejadian melalui monitor cctv yang dipasang di dekat tempat kejadian.

Diketahui, pada 23 Juli Ruan naik mobil milik seorang warga Taiwan yang pernah bekerja satu pabrik dengan Ruan dari Bali, New Taipei City bermarga Wang (50th). Dan setelah itu tidak ditemukan lagi jejak Ruan.

Polisi mencurigai pelaku pembunuhannya adalah Wang. Kemudian polisi meluncur ke tempat pencucian baju dimana Wang saat ini bekerja untuk menangkap dan menahannya.

Dalam keterangannya, Wang mengaku kalau dia yang melakukan pembunuhan terhadap Ruan. Ia merasa jengkel karena Ruan mengejeknya, kemudian ia memukul Ruan dengan menggunakan batu. Akan tetapi Wang menyangkal kalau ia telah melakukan pemerkosaan terhadap Ruan.

Polisi mengatakan, Wang dinyatakan telah melakukan pembunuhan dan saat ini sudah diamankan, dan kasusnya sudah diteruskan ke kejaksaan Taoyuan untuk ditindaklanjuti.

HaniTW



Related Articles