Breaking News

Manfaat Vaksinasi ke Pekerja Migran Indonesia Menurut Dr. Tirta

Indonesia masih terbilang cukup rendah tingkat vaksinasinya jika dibandingkan dengan negara lain di dunia, terutama Asia. Tercatat, baru 8,6% warga Indonesia yang saat ini sudah divaksinasi.

Dengan persentase tersebut, agar sulit untuk Indonesia dapat mencapai kekebalan kelompok (herd Immunity) pada akhir tahun, Terlebih efektivitas vaksin Covid-19 yang dinilai bertahan hanya selama setahun.

“Kalau kita bicara perkembangan Covid-19 di dunia sekarang, vaksinasi ada tapi umumnya di negara maju seperti Inggris, Amerika Serikat, mereka sudah membicarakan booster,” kata Dr. Tirta. Menurutnya, negara maju di Asia seperti Jepang, tingkat vaksinasinya juga masih cukup rendah, yakni 38% sedangkan di Indonesia baru 8,6%.

Dr. Tirta juga mengatakan, wajar jika negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat membahas booster karena hampir semua warganya sudah divaksin penuh (dua dosis). “Kasus tetap akan naik, tapi angka kematian mereka bisa ditekan. Jadi, kasus tetap ada bahkan meningkat namun gejalanya ringan,” terangnya dalam webinar yang diselenggarakan oleh KBRI Muscat.

Dr. Tirta menegaskan vaksin dibuat bukan agar kita tidak terinfeksi Covid-19 sama sekali melainkan untuk menekan angka kematian. “Jika Anda terinfeksi Covid-19 yang Anda rasakan bukan gejala yang parah, tapi ringan. Vaksin ini bisa membantu menekan angka kematian,” imbuhnya.

Saat ini, Indonesia memiliki tingkat kematian harian akibat Covid-19 terbanyak di dunia. Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 100 juta. Oleh sebab itu, bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di mana pun harus divaksin dan pihak KBRI juga sudah diminta untuk perhatikan vaksinasi bagi Pekerja Migran Indonesia.

Darnichn.



Related Articles