Breaking NewsPMI Malaysia

Malaysia Tidak akan Sembarangan Membuka Pintu Perbatasan untuk Orang Asing

Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob mengatakan bahwa Pemerintah Malaysia tidak akan sembarangan membuka pintu gerbang perbatasan negara.

Izin masuk bagi warga asing non warga negara Malaysia tergantung informasi situasi Covid-19 dari negara asalnya.

Menurut Perdana Menteri, saat ini pemerintah Malaysia telah menetapkan persyaratan untuk vaksinasi lengkap yang diizinkan masuk ke negara itu tetapi perbatasan belum dibuka untuk wisatawan.

Bahkan, kata Perdana Menteri, meskipun pada akhirnya Malaysia akan membuka pintu masuk untuk orang asing, tetapi perkembangan situasi di negara asal orang asing itu juga tetap akan diperhitungkan.

“Setiap tindakan pemerintah kami mendapat pandangan dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan (KKM) yang melakukan risk assessment, kami tidak membuka sembarangan (batas),” katanya saat sesi tanya jawab di konferensi Dewan Negara, Kamis ini.

Lebih lanjut Perdana Menteri mengatakan, enam hal yang dipertimbangkan sebelum orang asing diizinkan masuk ke negara itu adalah jumlah total kasus Covid-19 dalam 14 hari terakhir di negara itu, jumlah kasus per juta penduduk, jumlah kematian per 19 juta penduduk per juta penduduk, jumlah kumulatif kematian, indeks pemulihan dan kumulatif kasus Covid-19 di negara tersebut.

′′Jadi, jika ada sesuatu yang kita temukan bahwa kasus meningkat di negara mereka mungkin kita mengubah kebijakan kita daripada membiarkan tidak mengizinkan, kita fleksibel seperti itu,” ujarnya.

Namun, kata Ismail Sabri, izin masuk tersebut tunduk pada standar operasional prosedur (SOP) dan syarat yang telah ditentukan, termasuk keharusan menjalani karantina wajib di balai karantina yang telah disediakan.



Related Articles