Breaking News

Lindungi dan Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran di Masa Pandemi

Adanya pandemi Covid19 menyebabkan terjadinya pembatasan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di beberapa negara pada tahun 2020. Hal tersebut berdampak pada penurunan jumlah penempatan PMI pada tahun 2020 sebesar 59& dan penurunan remitansi sebesar 17,5% dibanding tahun 2019.

Dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi untuk memberikan perlindungan bagi PMI dan keluarganya yang meliputi perlindungan hukum, sosial dan ekonomi baik sebelum, selama, atau setelah bekerja. Pertemuan tersebut salah satunya membahas terkait perlunya penguatan kebijakan perlindungan PMI dan keluarga. Terutama dalam hal penanganan keberangkatan dan kepulangan PMI pada masa pandemi dalam rangka penanggulangan Covid19 secara global serta selanjutnya untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Harus ada roadmap untuk membantu meningkatkan keterampilan masyarakat di daerah yang menjadi kantong Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dengan pelatihan yang dapat melengkapi kebutuhan pelatihan bagi CPMI agar dapat meningkatkan peluang sektor bekerja di luar negeri. Pada kesempatan tersebut, BP2MI menyampaikan berdasarkan data tahun 2020 hampir 120.000 PMI telah memanfaatkan Program Kartu Prakerja.

Selain memberikan program pelatihan untuk CPMI, BP2MI dan Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja juga telah melakukan diskusi terkait fasilitasi pemberian pelatihan kepada Purna PMI. BP2MI rencananya akan membuka 92 titik layanan pendampingan bagi Purna PMI di seluruh Indonesia.

Layanan pendampingan ini diharapkan dapat mendorong Purna PMI untuk mengakses Program Kartu Prakerja, sehingga purna PMI dapat memperoleh pelatihan dalam rangka skilling, reskilling maupun upskilling. Sehingga akan membantu mereka untuk mendapatkan pekerjaan baru di Indonesia, menjaga produktivitas agar tidak jatuh menjadi pengangguran pasca kepulangan. Darnichn.



Related Articles