Breaking NewsPMI Taiwan

Lima Pekerja Migran Ini Terciduk Polisi Mengaku Resmi, Setelah Sidik Jari Ternyata…

Empat petugas kepolisian Shilin Taipei City beberapa hari lalu ketika melakukan pemeriksaan di Jalan Chong Zheng mencurigai 5 orang pekerja migran Vietnam di dalam mobil minivan yang dikemudikan oleh warga Taiwan bermarga Lee.

Setelah diberhentikan, salah seorang anggota polisi yang bisa bahasa Vietnam meminta Lima orang pekerja migran untuk mengeluarkan ARC mereka. Namun mereka mengatakan kalau ARC dan Paspornya disimpan majikan.

“Kami resmi Pak, tapi ARC dan Paspor kami semua dibawa majikan, “ujar pekerja migran yang usianya kisaran 30-40 tahunan itu.

Namun, polisi tidak melepaskan mereka begitu saja, selama pandemi mereka tidak boleh gegabah.

Kemudian membawa mereka ke kantor tim satuan khusus Imigrasi untuk melakukan sidik jari. Alhasil, ke-lima orang tersebut merupakan pekerja migran ilegal yang sudah dilaporkan beberapa bulan lalu.

Petugas polisi membawa mereka kembali ke kantor untuk transkrip dan kemudian mengirimkannya kembali ke tim khusus imigrasi untuk proses pemulangan.

Ketika dimintai keterangan, sopir Lee mengatakan bahwa ia tidak mengenal mereka. Ia hanya disuruh majikan untuk mengantar mereka ke Taipei.

“Saya tidak mengenal mereka, bos menyuruh saya untuk mengantar mereka ke Taipei, “jelas laki-laki berusia 40 tahun itu.

Polisi menduga bahwa Lee dan 5 pekerja migran tersebut bekerja dengan satu majikan. Pihaknya akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi mengimbau kepada majikan agar mempekerjakan pekerja migran yang memenuhi syarat dan disetujui oleh Komite Tenaga Kerja Yuan Eksekutif. Mereka (majikan) harus mengajukannya melalui prosedur yang ditetapkan secara hukum. Apabila majikan secara ilegal menampung atau mempekerjakan pekerja migran tanpa izin atau izin kerja tidak sah, maka sesuai UU layanan ketenagakerjaan dapat dikenakan denda NTD 150.000 hingga 750.000.



Related Articles