Breaking NewsPMI Taiwan

Lagi… Lima ABK di Kaohsiung Terancam Denda Hingga NTD 300.000 Karena Lakukan Ini di Kamar Hotel

Lima orang pekerja migran Indonesia yang mengaku ABK didatangi polisi dan petugas imigrasi ketika mereka di kamar penginapan sedang makan-makan dan minum pada 25 Juli kemarin.

Tim satgas imigrasi Kaohsiung menerima laporan adanya beberapa pria dan wanita yang bersembunyi di sebuah hotel dekat stasiun Kaohsiung untuk makan malam dan minum.

Dikarenakan saat itu masih berlaku status Siaga III, mereka dianggap melanggar peraturan pencegahan epidemi.

Kemudian petugas imigrasi bekerja sama dengan tim kepolisian dari Distrik Sanminyi, Xinxing mendatangi hotel tersebut.

Seorang petugas mengetuk pintu pintu kamar hotel, tidak berapa lama seorang PMI membukakan pintu. Mereka tercengang dan terdiam setelah tahu ternyata beberapa polisi yang masuk, mungkin mereka mengira yang datang temannya.

Dalam ruangan tersebut ada lima PMI, empat laki-laki dan satu perempuan. Meskipun mereka mengenakan masker namun di atas meja banyak sekali makanan ringan, makanan khas Taiwan termasuk kaki kepiting, luwei (semur), cumi bakar dan beberapa botol bir.

Lima PMI tersebut mengaku sedang menunggu kapal berlayar, karena mereka menyukai makanan pasar malam, mereka janjian bertemu di kamar hotel untuk mengobrol dan minum bersama.

Petugas imigrasi memperingatkan mereka bahwa mereka telah melanggar peraturan pencegahan epidemi, dan sesuai dengan UU mereka terancam denda maksimum NTD 300.000 (masing-masing NTD 60.000).

Ketika mengetahui hukumannya begitu berat, beberapa orang menitikkan air mata dan mengeluh tidak menyangka tindakan mereka harus dibayar dengan mahal.

HaniTW



Related Articles