Breaking NewsPMI Malaysia

KNPI Malaysia Minta Presiden Jokowi Fasilitasi Pemulangan PMI karena Banyak yang Kehilangan Pekerjaan Akibat Total Lockdown

Pelaksanaan kebijakan total lockdown atau dalam bahasa lokal disebut Perintah Kawalan Pergerakan (PKP) yang makin ketat berdampak serius kepada para pekerja migran, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Untuk itu, Badan Perwakilan KNPI Malaysia meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memfasilitasi pemulangan PMI dari Negeri Jiran secara lebih masif.

“Hampir seluruh sektor pekerjaan yang pada umumnya terdapat pekerja dari Indonesia terdampak akibat dari kebijakan ini. Selain banyak yang hilang pendapatan karena tidak bekerja dan ada juga yang bekerja tetapi tidak menerima gaji penuh karena harus bekerja secara giliran dengan waktu yang terbatas,” ujar Ketua Badan Perwakilan KNPI Malaysia, Tengku Adnan di Kuala Lumpur, Rabu (14/7).

Menurut Tengku Adnan, situasi ini menjadikan PMI sulit untuk mengirimkan penghasilan mereka untuk keluarga di kampung halaman sebagaimana biasanya karena untuk memenuhi keperluan hidup diri sendiri selama di Malaysia saja banyak yang kekurangan.

Bagi PMI yang berstatus tak berdokumen resmi atau yang diistilahkan Pekerja Asing Tanpa Identitas (PATI), mereka juga sedang menghadapi operasi oleh otoritas Malaysia yang tetap dilakukan meskipun dalam situasi total lockdown, bahkan operasi ini diperluas sehingga target Malaysia untuk mengurangi jumlah PATI tercapai.

Dia mengatakan meskipun saat ini di Indonesia sedang menghadapi PPKM Darurat dan seluruh pemangku kebijakan di tanah air sedang giat dan fokus dengan apa yang terjadi di dalam negeri pihaknya mengharapkan Presiden Jokowi tidak melupakan nasib anak bangsa yang ada di Malaysia yang juga sedang menghadapi kesulitan.

Di sisi lain, pihaknya mengapresiasi pemerintah pusat melalui KBRI Kuala Lumpur dan KJRI yang ada di Malaysia yang telah memberikan bantuan logistik berupa kebutuhan pangan para PMI hingga memfasilitasi pemulangan PMI yang ditahan Imigrasi Malaysia yang telah habis masa hukumannya.

Meski demikian, bantuan logistik yang diberikan Pemerintah bagi para PMI ini menurut Tengku Adnan hanya bantuan pangan yang sifatnya sementara dan hanya mampu bertahan untuk satu atau dua minggu.

Sementara itu untuk memenuhi keperluan lainnya yang sudah menjadi beban mereka selama ini belum terpenuhi, bahkan semakin menjadi beban besar karena putusnya sumber pendapatan.

Banyak dari mereka sekarang ini bertahan hidup karena menjual barang pribadi dan bahkan harus meminta kiriman uang dari keluarga di kampung, meskipun ala kadarnya untuk bertahan hidup,” katanya.

“Biar hidup susah di kampung halaman daripada hidup menderita di negeri orang. Kalimat ini yang terucap oleh para PMI saat mereka kami temui disela-sela pendistribusian bantuan logistik,” pungkas Tengku Adnan. *(rozi_EM)



Related Articles