Breaking NewsPMI Malaysia

KJRI Johor Bahru Siap Berikan Pendampingan Kekonsuleran dan Bantuan Hukum untuk 19 WNI yang Diselundupkan ke Malaysia

KJRI Johor Bahru akan memberikan pendampingan kekonsuleran dan bantuan hukum untuk memastikan proses hukum bagi 19 WNI yang tertangkap ketika diselundupkan ke Malaysia sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Malaysia.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut atas tertangkapnya 19 warga negara Indonesia (WNI), yang terdiri dari satu calo dan 18 pekerja migran ilegal oleh Imigrasi Malaysia (JIM) di Johor Bahru pada 20 Agustus lalu.

KJRI Johor Bahru telah berkoordinasi dengan JIM di Negeri Johor dan diperoleh informasi bahwa para WNI dalam keadaan baik serta masih dalam proses karantina sambil menunggu hasil tes PCR.

“KJRI Johor Bahru akan memberikan pendampingan kekonsuleran serta memastikan proses hukum bagi WNI tertangkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Malaysia. Sekiranya diperlukan bantuan hukum, KJRI Johor Bahru akan memberikan pendampingan ‘retainer lawyer’ bagi 18 korban WNI yang dikenakan Undang-Undang Imigrasi,” kata Konjen KJRI Johor Bahru, Sunarko sebagaimana dilansir Antara, Minggu (22/8).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dirjen JIM Indera Khairul Dzaimee dalam pernyataan pers di Putrajaya, Minggu, mengatakan bahwa Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) telah berhasil menumpaskan satu sindikat penyeludupan migran dalam operasi khusus ‘Ops Selundup’ yang dilaksanakan di kawasan Tanjung Sedili, Kota Tinggi, Johor.

Dia mengatakan operasi tersebut dijalankan pada 20 Agustus 2021 oleh pasukan pegawai imigrasi dari Bagian Intelijen dan Operasi Khusus dengan bantuan dari Angkatan Tentara Malaysia (ATM).

Dalam operasi ini, dua orang dalang penyelundupan telah berhasil ditahan yang melibatkan seorang bekas PNS berumur 33 tahun dan seorang lelaki warga negara Indonesia berusia 35 tahun. Sebanyak 18 migran warga Indonesia yang diselundupkan juga telah ditahan. (rozi_EM)



Related Articles