Breaking NewsPMI lainnya

Kisah Aswati, PMI Purna yang Mengabdi Menjadi Guru Ngaji Tanpa Gaji

Pekerjaan mulia para guru mengaji terkadang luput dari perhatian. Padahal, mereka rela menyita waktu demi mendidik ilmu dasar agama kepada murid-muridnya.

Salah satunya yang dilakoni Aswati Pekerja Migran Indonesia (PMI) purna asal Kampung Pasilian, Desa Pasilian Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Sepulang bekerja sebagai PMI di Arab Saudi pada tahun 2008, Aswati mendedikasikan dirinya menjadi pengajar ngaji bagi anak-anak di kampung halamannya.

“Saya sebenarnya mengajar ngaji sejak tahun 1999 tapi pada tahun 2006-2008 saya menjadi TKW di Arab Saudi. Pulang dari sana saya mengajar ngaji sampai sekarang,” jelas Aswati. Di TPQ Nurul Iman yang dibangun bersama suaminya, Aswati setiap sore mengajar sekitar 60 anak.

Adapun murid-murid Aswati merupakan anak-anak dari PMI, anak yatim piatu dan masyarakat umum. Aswati bekerja tanpa pamrih, tanpa gaji maupun honor padahal di balik semua itu sebenarnya apa yang dibaktikan oleh guru-guru ngaji turut membantu pula pekerjaan pemerintah. Di mana terbangung suatu upaya bahwa segenap masyarakat harus pula mendapatkan pendidikan dasar agama, mendampingi pendidikan umum.

“Saya ingin mengabdikan diri di masyarakat, agar sedikit ilmu yang saya miliki dapat menjadi pondasi bagi anak-anak dan sebisa mungkin dapat menuntun mereka agar bermanfaat bagi keluarga, agama dan bangsa,” ungkapnya. Aswati mengaku akan tetap konsisten mengajar anak-anak agar tak hanya bisa membaca, namun juga berakhlak sebagaimana diajarkan dalam Alquran.

Ia bekerja keras mendidik anak-anak, walau bayarannya sebagai guru mengaji hanya ucapan terima kasih.

Darnichn.



Related Articles