Breaking News

Kepala BP2MI Tandatangani Kerja Sama Penempatan PMI ke Jerman

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama penempatan PMI ke Jerman.

Penandatangan kerja sama tersebut telah dilakuakan BP2MI dengan Agensi Ketenagakerjaan Federal (Bundesagenturfür Arbeit) khususnya terkait PMI sektor tenaga kesehatan dari Indonesia di Jerman pada Jumat (16/7).

“Pemerintah Indonesia menyambut baik kerja sama ini, karena Jerman merupakan negara yang memiliki potensi besar dalam perluasan kesempatan kerja. Tidak hanya bagi tenaga kesehatan Indonesia, tetapi diharapkan juga untuk jabatan-jabatan pekerjaan terampil dan profesional lainnya. Bentuk kerja sama ini juga menjadi salah satu upaya untuk memulihkan ekonomi Indonesia di tengah pandemi Covid-19,” ujar Benny.

Benny menjelaskan, penempatan ini melalui program Triple Win yang merupakan kesempatan baru dalam rangka penempatan PMI di kawasan Eropa. Program Triple Win yang diinisiasi oleh pemerintah Jerman diharapkan dapat memberikan manfaat kepada 3 pihak, yakni pemerintah, baik Jerman maupun Indonesia, pekerja, dan juga pemberi kerja.

Proses penandatanganan kerja sama yang dilakukan secara virtual ini dihadiri oleh Executive Board Member German Federal Employment Agency, Daniel Terzenbach, Duta Besar Republik Indonesia di Berlin, Arif Havas Oegroseno, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste, Peter Schoof; DCM KBRI di Berlin, Yul Edison, Konsul Jenderal RI di Frankfrut, Acep Sumantri, serta Konsul Jenderal RI di Hamburg, Ardian Wicaksono.

Mengutip laman resmi bp2mi.go.id, Jumat (28/7) Benny menyebut, Jerman memiliki peraturan tentang perlindungan Warga Negara Asing (WNA) yang baik dan tingkat standar gaji yang tinggi, sehingga diharapkan dapat menjamin keselamatan dan kesejahteraan para PMI.

“Hal ini adalah kabar yang sangat baik, khususnya bagi jabatan perawat dan pengasuh lansia di panti dan rumah sakit. Gaji bersih yang ditawarkan cukup besar, yakni mencapai Rp 23 juta hingga Rp 27 juta per bulan, bahkan bisa lebih tinggi jika PMI mampu memenuhi standar kompetensi profesional setelah bekerja di Jerman,”katanya.

Lebih lanjut Benny mengatakan, sesuai dengan amanat UU Nomor 18 Tahun 2017, saat ini BP2MI terus berupaya untuk membebaskan biaya bagi PMI. Momentum dalam kesepakatan kerjasama ini, Pemerintah Indonesia dapat mendorong upaya untuk menekan biaya tinggi dalam proses penempatan PMI.

Benny mengatakan, proses penempatan PMI ke Jerman ini akan dilakukan melalui mekanisme oleh pemerintah atau dikenal dengan skema G to G yaang mana beberapa komponen biaya penempatan akan ditanggung secara sharing antara pemerintah Jerman, pemberi kerja dan pemerintah Indonesia.

Selanjutnya, setelah dokumen Perjanjian Kerja Sama ini ditandatangani, BP2MI akan mengawal proses implementasi kerja sama penempatan PMI tenaga kesehatan ke Jerman, mulai dari proses rekrutmen dan penempatan PMI secara prosedural.

HaniTW



Related Articles