Breaking News

Kena Kanker Payudara, Purna PMI Taiwan Jualan Sambal Pecel Untuk Menyambung Hidup

Lami, purna PMI Taiwan asal Blitar kini hidupnya mengandalkan hasil jualan sambal pecel setelah menderita penyakit kanker payudara.

Sebelum terkena kanker Lami mempunyai usaha jualan ayam potong, namun semenjak sakit ia tidak lagi jualan ayam potong bahkan kiosnya sudah dijual untuk biaya berobat.

Dua tahun lebih ia terbaring di ranjang antara hidup dan mati. Tetapi Lami masih tetap bersemangat dan masih punya keinginan untuk sembuh, sehingga ia lakukan apa saja untuk kesembuhannya. Apapun yang dimilikinya dijual untuk biaya berobat dan terapi.

Hingga akhirnya Lami berangsur-angsur sembuh dan sehat kembali meskipun kondisinya tidak seperti sebelum terkena kanker.

Lami kemudian mencoba membuat sambal pecel dan menitipkannya ke warung-warung terdekat, hasilnya untuk biaya hidup sehari-hari serta biaya transportasi ke RS untuk kemoterapi.

Meskipun anaknya mengirimi uang, namun tidak cukup untuk membeli kebutuhan hidup sehari-harinya dan kadang kala juga untuk membeli obat tradisional.

Perempuan dengan dua anak tersebut pulang dari Taiwan pada tahun 2016 lalu. Menurut , awalnya ia tidak merasakan gejala apapun dalam dirinya.

Lama-kelamaan ia merasa ada kelainan di payudaranya. Setelah diperiksakan ke dokter ternyata ia mengidap kanker payudara dan sudah stadium 3, kemudian ia memutuskan untuk operasi.

Selama sakit, badannya menjadi kurus tidak punya tenaga hanya berbaring di ranjang, rambutnya pelan-pelan rontok bahkan sekarang rambutnya habis.

Sudah berapa puluh kali ia ke RS untuk melakukan pengobatan dan kemoterapi. Sisa hasil kerja selama di Taiwan habis untuk biaya berobat, sekarang hanya tinggal rumah yang ditempatinya saat ini.

“Alhamdulillah, saya bersyukur sekali penyakit saya berangsur-angsur sembuh meski saya tidak punya apa-apa lagi untuk dijual. Saya bahagia, saya merasa seperti hidup kedua kalinya, “ungkap Lami kepada tim Faisal Soh.

Lami mengatakan, selagi masih bisa bergerak ia akan tetap menjalankan usahanya sekarang ini, jika kebetulan tidak ada orderan sambal pecel, ia buruh mengemas cengkeh di tempat tetangganya.

“Kalau sepi orderan, saya buruh ngepak (mengemas) cengkeh, selain untuk hiburan, upahnya bisa dipakai untuk beli garam, “jelasnya.

Lami sangat mengharapkan bantuan dari Tim Faisal Soh dan teman-teman supaya membantu memasarkan produknya.

“Saya berharap kepada Faisal Soh dan tim bisa membantu memasarkan atau mencarikan pelanggan dari produk saya untuk biaya hidup sehari-hari dan biaya terapi, “pungkas Lami.

[haniTW]



Related Articles