Breaking NewsPMI Malaysia

Kemenaker Diminta untuk Buka Kembali Pengiriman PMI ke Malaysia

Asosiasi Pengusaha Pekerja Migran Indonesia (APPMI) mengajukan permintaan kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk bisa membuka kembali pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara tujuan Malaysia.

“Kami meminta kepada pemerintah pusat melalui Kemenaker untuk membuka pengiriman PMI ke Malaysia,” kata ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pekerja Migran Indonesia (APPMI) Muazzim Akbar di Mataram, Sabtu (7/8/2021).

Ia menjelaskan selama ini mayoritas atau 90% pengiriman PMI khususnya asal NTB adalah Malaysia, sehingga dengan belum dibukanya pengiriman PMI ke negeri jiran tersebut berdampak pada ekonomi dan pengangguran di daerah. Pihaknya sudah bersurat ke Kemenaker terkait permasalahan tersebut karena sebanyak 4.000 PMI dari Lombok yang sudah mendapat visa untuk bekerja dari Pemerintah Malaysia namun karena aturan akibat Covid-19 tidak bisa berangkat.

“Makanya itu kami meminta kepada pemerintah pusat dan Pemprov NTB agar 4.000 orang ini bisa kerja. Terlebih perusahan Malaysia sudah meminta PMI dari NTB, tapi yang ada pengiriman tidak diizinkan. Kami juga khawatir negara penempatan beralih mencari tenaga kerja dari negara lain dan inilah yang kita tidak inginkan, karena jika itu terjadi otomatik permintaan PMI kita berkurang dan akhirnya masyarakat dirugikan dan efeknya juga daerah,” kata Muazzim Akbar.

Ia menegaskan bahwa permintaan PMI asal NTB bukan atas dasar kepentingan APPMI melainkan masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, khususnya Malaysia agar bisa menghidupi keluarganya. “Kalau misalnya Covid-19, negara penempatan sudah menyiapkan prokes Covid-19 secara ketat. Kami pun juga demikian, dimana mereka yang akan berangkat sudah melalui rangkaian tes termasuk mematuhi prokes,” katanya.

Terdapat 14 negara yang jadi dibuka Kemenaker untuk PMI bekerja namun tanpa Malaysia. Adapun ke-14 negara dan wilayah tersebut meliputi Australia, Hongkong, Taiwan, Aljazair, Maladewa, Nigeria, Kuwait, Korsel. Uni Emirat Arab, Polandia, Qatar, Turki, Zambia dan Zimbabwe.

Darnichn.



Related Articles