Breaking NewsPMI Taiwan

KDEI Taipei dan Stella Maris Berikan Pendampingan Hukum
kepada ABK

KDEI Taipei Bidang Tenaga Kerja bersinergi dengan Stella Maris memberikan pendampingan hukum kepada 3 (tiga) pelaut Indonesia (ABK) di Pengadilan Pingtung karena kapal kargo tempatnya bekerja terjerat kasus penyelundupan narkoba.

Dilansir KDEI Taipei (8/10), tiga ABK ini sebelumnya telah terdaftar dalam program repatriasi yang difasilitasi oleh pemerintah Indonesia (KDEI Taipei). Namun karena mereka tersandung permasalahan hukum sehingga pada 20 Agustus 2021 lalu, mereka masih belum dapat direpatriasi dan harus mengikuti sidang terlebih dahulu.

Pada proses pengadilan sebelumnya hakim memutuskan mereka tidak perlu ditahan sehingga ditampung sementara di Shelter Stella Maris sambil menunggu proses persidangan terus berjalan.

Kepada KDEI Taipei, tiga ABK menyatakan tidak mengetahui bahwa kargo yang mereka bawa berisi narkoba karena perwakilan pemilik kapal yang biasa disebut cincu menyatakan isinya adalah rokok cerutu. Kewajiban kru kapal yang tertulis dalam perjanjian kerja adalah menjalankan perintah pemilik kapal/cincu.

KDEI Taipei berharap pelaut Indonesia ke depannya dapat lebih berhati-hati dan memastikan bahwa kargo atau barang bawaan yang diperintahkan oleh pemilik kapal/cincu harus memiliki manifest dan kargonya harus sesuai dengan manifest tersebut.

Apabila memiliki keragu-raguan, segera klarifikasi kepada pemilik kapal/cincu dan dokumentasikan pernyataannya tersebut, baik secara tertulis atau rekaman yang dapat digunakan sebagai bukti apabila di kemudian hari timbul permasalahan.

KDEI Taipei bersama Stella Maris akan terus memantau permasalahan ini dan memastikan terpenuhinya hak-hak pelaut dalam memperoleh proses peradilan yang adil.



Related Articles