Breaking News

Kapten Kapal Marah Lihat Sekelompok Pekerja Migran Gunakan Geladak Kapal untuk Pesta Layaknya Warung Makan

Hingga saat ini Taiwan masih menerapkan status siaga Nasional III hingga 12 Juli mendatang, namun sudah banyak yang tidak mengindahkan peraturan yang ditetapkan pemerintah.

Seperti halnya kejadian di pelabuhan Tongkang kabupaten Pingtung yang merupakan tempat bersandarnya kapal nelayan dan tempat istirahat anak buah kapal (ABK) beberapa hari lalu.

Sebagaimana diberitakan Liberty Times News (4/7) seorang kapten kapal marah melihat ulah sekelompok ABK yang berkumpul di kapal dan menggunakan geladak kapal layaknya warung makan. Mereka makan-makan dan minum di sana, serta membuang sampah sembarangan.

Kapten kapal mengatakan, mereka bukan ABK yang kerja di kapal tersebut, mereka datang dari daerah lain untuk bertemu dan berkumpul di sana.

Menurutnya, apabila mereka adalah anak buahnya atau ABK di sana, mereka akan saling kenal dan saling menyapa. Namun, anak buahnya mengaku tidak kenal mereka.

Kapten kapal merasa khawatir kalau tindakan sekelompok ABK itu bisa meyebabkan celah penyebaran virus covid-19.

Setelah kejadian diliput media lokal, nelayan lokal yang mengatakan, pekerja migran datang ke pelabuhan dari daerah lain dengan menggunakan sepeda listrik yang dimodifikasi hingga susah untuk dikenali.

Menurut nelayan tersebut, karena ABK waktunya lebih banyak di lautan, mereka jarang yang memiliki sepeda listrik. Yang datang atau berada di pelabuhan mengendarai sepeda listrik kebanyakan pekerja migran yang bekerja di sektor industri.

Untuk itu, setelah kejadian yang memprihatinkan tersebut, pihak kepolisian dan pihak Imigrasi berharap jika melihat ada sekelompok pekerja migran datang lagi di kemudian hari untuk mengawasi mereka dan segera melaporkan ke unit terkait.

HaniTW



Related Articles