Breaking NewsPMI lainnya

Kabar Gembira untuk Calon Pekerja Migran (CPMI) dari Menaker, Apakah Itu?

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan akan mengupayakan agar Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mendapatkan kuota dari program Kartu Prakerja.

Mereka nantinya bisa meningkatkan kompetensi lewat Kartu Prakerja. “Kami tengah meminta kepada Menko Perekonomian agar skema Kartu Prakerja dapat dipakai untuk pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia,” ucap Menaker dalam diskusi bersama BP2MI Gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (1/10/2021) terkait Percepatan Implementasi UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Ida Fauziyah membeberkan UU Nomor 18 Tahun 2017 telah mengamanatkan peningkatan kompetensi CPMI menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Dia pun menyadari sudah seharusnya pemerintah mengupayakan agar CPMI memiliki kompetensi.

“Saya kira sebelum berangkat ke negara penempatan, CPMI harus sudah punya kompetensi,” ucap Menaker. Di samping itu, Politikus PKB itu meminta kepada BP2MI memitigasi persoalan yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan penempatan CPMI. Terutama, penempatan ke Taiwan, Hongkong dan Korea.

Ida menyakinkan Kemenaker terus mengadakan komunikasi, penjajakan dan kerja sama untuk dapat membuka peluang penempatan, seperti yang terbaru berkomunikasi dengan Dubes Korea untuk Indonesia.

“Kemarin kami bertemu dengan Dubes Korea untuk Indonesia dan kami membahas soal CPMI. Jadi kami terus berkomunikasi dengan pihak pihak terkait negara penempatan,” tegas Menaker Ida Fauziah.

Darnichn.



Related Articles